Categories: News

108 Pengungsi NTT Meninggal di Pengungsian, Ketua Garda Flobamora Sulsel Sampaikan Duka Mendalam

SulawesiPos.com — Duka mendalam menyelimuti masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 108 pengungsi meninggal dunia di lokasi pengungsian pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang memporak-porandakan wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.

Berdasarkan data BNPB per 28 September 2026 pukul 10.00 WITA, total korban jiwa akibat bencana ini mencapai 156 orang.

Sebanyak 48 orang meninggal dunia akibat dampak langsung gempa, sementara 108 orang meninggal secara tidak langsung di tempat pengungsian lantaran faktor komorbid (penyakit penyerta), usia lanjut, serta penurunan kondisi kesehatan selama berada di penampungan.

Menanggapi kabar duka tersebut, Ketua Garda Flobamora Sulawesi Selatan, Marius Mide Djuang, dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026), menyampaikan rasa empati dan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang dialami para korban.

“Kami selaku organisasi diaspora masyarakat NTT yang tergabung dalam komunitas Flobamora (Flores, Sumba, Timor, dan Alor) di Sulsel, menyampaikan rasa duka mendalam kepada seluruh korban, baik yang meninggal saat kejadian maupun 108 saudara kita yang meninggal di lokasi pengungsian,” ujar Mide.

Mide menegaskan, keluarga besar Garda Flobamora Sulsel beserta seluruh warga diaspora NTT di Makassar dan sekitarnya terus memberikan perhatian penuh terhadap penanganan pascabencana di tanah kelahirannya. Bantuan kemanusiaan juga telah disalurkan secara langsung ke lokasi terdampak.

“Atas nama pribadi dan organisasi, kami sangat prihatin. Donasi dan bantuan yang telah kami antarkan langsung ke lokasi mungkin tidak seberapa, namun harapan kami dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita. Ini adalah wujud kepedulian antar sesama anak Flobamora. Kami berdoa agar seluruh korban diberikan kekuatan dan dapat segera bangkit kembali menyongsong hari esok,” tambahnya.

Puluhan Ribu Warga Masih Mengungsi

Dampak kemanusiaan akibat gempa Flores hingga akhir September 2026 ini masih tergolong besar. BNPB melaporkan sebanyak 24.027 warga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian karena rumah mereka rusak atau kondisi lingkungan yang belum aman. Selain itu, terdapat 1.620 orang yang tercatat mengalami luka-luka maupun sakit.

Kerusakan sarana dan prasarana umum pun cukup masif. Tercatat 157 fasilitas kesehatan, 2.147 fasilitas pendidikan, 687 gedung perkantoran, serta 652 rumah ibadah mengalami kerusakan.

Sementara untuk sektor pemukiman, BNPB memverifikasi sebanyak 106.703 unit rumah warga terdampak. Rinciannya meliputi 5.099 rumah rusak berat, 13.056 rumah rusak sedang, dan 26.711 rumah rusak ringan. Adapun 63.902 rumah lainnya tercatat tidak masuk dalam kriteria kerusakan klasifikasi rehabilitasi dan rekonstruksi.

Pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat dan relawan, termasuk organisasi diaspora NTT, terus berkolaborasi mengirimkan bantuan logistik serta mempercepat pemulihan di wilayah terdampak gempa Flores.

MN Abdurrahman

Share
Published by
MN Abdurrahman
Tags: Marius Mide Djuang Berita NTT BNPB Bencana Alam Gempa NTT gempa Flores Pengungsi NTT Garda Flobamora Sulsel