Categories: News

Rektor UIN Jakarta Prof Asef Apresiasi Mentan Amran Perkuat Kemandirian Pangan

SulawesiPos.com – Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asef Saifuddin Jahar mengapresiasi kiprah Mentan Amran dalam memperkuat kemandirian pangan nasional melalui peningkatan produksi, kesejahteraan petani, modernisasi pertanian, dan pembukaan pasar ekspor. Apresiasi itu disampaikan di Jakarta setelah ia mengikuti executive course yang menghadirkan Mentan Amran sebagai salah satu narasumber, sebagaimana disampaikan rilis Kementerian Pertanian, Jumat (25/9/2026).

Prof Asef menilai capaian sektor pertanian perlu dijaga melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, petani, dan masyarakat, terutama dalam memperkuat riset, inovasi, serta sumber daya manusia pertanian.

Kesan terhadap kiprah Mentan Amran diperoleh Prof Asef ketika mengikuti short course executive course di Jakarta.

Forum tersebut mempertemukan peserta dengan sejumlah narasumber, termasuk Mentan Amran yang membahas pengembangan pertanian, khususnya komoditas padi.

“Saya pernah mengikuti short course executive course yang diadakan di Jakarta yang salah satu narasumbernya Pak Menteri, Pak Amran. Saya sangat kagum dan terkesan dengan jejak langkah, perjalanan hidup, dan kontribusinya di dalam pengembangan pertanian, khususnya terkait dengan padi,” katanya, Kamis (24/9).

Prof Asef menilai penguatan pertanian memiliki arti strategis bagi Indonesia karena kondisi geografis sebagai negara tropis mendukung pengembangan komoditas pangan secara berkelanjutan.

Apresiasi itu disampaikan di tengah data produksi beras, kesejahteraan petani, dan capaian swasembada pangan yang disebut terus menguat.

Berdasarkan data BPS yang dikutip dalam rilis tersebut, produksi beras Indonesia sepanjang 2025 mencapai sekitar 34,69 juta ton, naik 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan 2024.

BPS juga mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Agustus 2026 mencapai 129,19, meningkat 1,05 persen dari Juli 2026 yang berada di level 127,84.

Kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani tumbuh 1,14 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,09 persen.

Swasembada Pangan Diperkuat dari Hulu

Prof Asef meminta pemerintah daerah ikut memperkuat agenda kemandirian pangan agar capaian produksi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah pusat.

“Saya pikir sebagai leading person yang berhasil terus meningkatkan kemandirian pangan. Saya harap juga pemerintah daerah bersama-sama ikut mendukung ini,” ujarnya.

Pemerintah melaporkan Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis pada 2026.

Komoditas tersebut terdiri atas beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Capaian itu diperkuat melalui optimalisasi lahan, perbaikan dan penguatan irigasi, pompanisasi, penyediaan benih unggul, pupuk bersubsidi, serta modernisasi pertanian menggunakan alat dan mesin pertanian.

Program dari sisi hulu diarahkan untuk menjaga kesinambungan produksi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat kemampuan petani menghadapi tantangan iklim serta biaya usaha tani.

Di sisi hilir, peningkatan produksi mulai membuka ruang bagi Indonesia untuk kembali memasuki pasar internasional.

Pada Agustus 2026, Indonesia melakukan pengiriman perdana 1.000 ton beras ke Malaysia setelah pemerintah memperkuat pemenuhan kebutuhan beras dalam negeri.

Prof Asef menilai kondisi geografis Indonesia dapat menjadi modal untuk memenuhi kebutuhan nasional sekaligus mengembangkan pasar ekspor.

“Indonesia adalah daerah tropis sehingga cocok untuk pengembangan ini. Sehingga kita bukan hanya untuk kebutuhan kita, tetapi juga untuk ekspor, untuk kemandirian pangan,” katanya.

Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Riset

Prof Asef berharap perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam pembangunan pertanian melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Kampus dinilai dapat menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan petani, pemerintah daerah, dunia usaha, dan industri pengolahan.

“Saya harap ini juga diikuti oleh perguruan tinggi-perguruan tinggi, pemerintah daerah,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada pengembangan benih unggul, teknologi budidaya, efisiensi irigasi, mekanisasi, pengolahan hasil, serta perluasan akses pasar bagi petani.

Menurut Prof Asef, keterlibatan perguruan tinggi juga penting untuk memastikan inovasi pertanian tidak berhenti di ruang penelitian, tetapi dapat diterapkan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap Mentan Amran terus berkontribusi dalam pengembangan pertanian nasional dan menjadi inspirasi bagi masyarakat.

“Saya harap Pak Amran terus berkontribusi, terus berdedikasi, dan juga menjadi inspirator bagi seluruh masyarakat. Maju terus Pak Amran, semoga Amran-Amran lainnya akan hadir di Indonesia,” pungkasnya.*

Andi As

Share
Published by
Andi As
Tags: swasembada pangan Mentan Amran ekspor beras Kemandirian Pangan NTP Petani Rektor UIN Jakarta