Categories: News

Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Surakman, ABK Kapal Peliput Krakatau

SulawesiPos.com – Titik terang akhirnya muncul dalam misteri hilangnya rombongan wartawan yang hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepolisian Daerah Banten secara resmi mengumumkan hasil identifikasi jenazah korban pertama pada Rabu (23/9/2026).

Satu jasad yang sebelumnya dievakuasi di perairan Bengkulu Utara dinyatakan teridentifikasi sebagai Surakman.

Kepastian ini didapat setelah tim laboratorium forensik merampungkan uji DNA terhadap jenazah sang anak buah kapal tersebut.

Kapolda Banten Irjen Hengki memimpin langsung jalannya konferensi pers untuk memaparkan hasil pencocokan medis anggotanya.

“Teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat,” kata Hengki memberikan keterangan resmi.

Jenazah yang awalnya berstatus tanpa identitas itu ditemukan pada 12 September 2026 di area pesisir Pulau Enggano.

Titik penemuan tersebut dilaporkan berjarak sekitar 345,05 kilometer dari lokasi awal kapal terdeteksi berada.

Pihak kepolisian menegaskan tidak ada unsur keterlambatan dalam penyampaian informasi vital ini kepada keluarga korban.

Proses analisis genetika secara wajar membutuhkan waktu antara satu hingga dua pekan guna menjamin akurasi identifikasi.

Koordinasi operasional langsung dijalankan antara Polda Banten dan Polda Bengkulu pasca-penemuan jasad di Samudra Hindia tersebut.

Pengumpulan sampel DNA pembanding dari keluarga delapan penumpang menjadi kunci utama dalam kelancaran prosedur forensik ini.

Pengumuman ini sekaligus mengonfirmasi bahwa nasib tujuh orang lainnya di Kapal Arupadhatu I masih dalam proses pencarian.

Tim gabungan diharapkan akan terus melakukan operasi pertolongan untuk menemukan lima jurnalis dan dua kru kapal yang tersisa. (estu)

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: Gunung Anak Krakatau Kapal Arupadhatu I Surakman