Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemui keluarga tiga pegawai pertanian Jayawijaya yang gugur dalam tugas, di Jakarta Selasa (22/9/2026). Mentan Amran juga menyiapkan beasiswa serta kesempatan kerja bagi keluarga korban.
SulawesiPos.com – Mentan Amran menemui keluarga Afrida Rapi, dokter hewan Alfonsius Albinus Mehan, dan Willy Mbuik, tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang gugur saat menjalankan tugas pelayanan pertanian dan dukungan pangan bagi masyarakat. Pertemuan di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (22/9/2026), itu diisi penyampaian belasungkawa sekaligus penghormatan atas pengabdian ketiganya yang disebut sebagai pahlawan pangan.
Kementan memastikan perhatian kepada keluarga korban tidak berhenti pada ucapan duka, melainkan dilanjutkan melalui dukungan pendidikan bagi anak-anak yang ditinggalkan dan kesempatan kerja di Perum Bulog bagi satu anggota dari masing-masing keluarga. Bantuan tersebut diarahkan untuk membantu keluarga melanjutkan kehidupan serta menjaga agar anak-anak korban tetap bersekolah dan dapat meraih cita-cita.
Dalam pertemuan itu, Mentan Amran menyampaikan kehilangan ketiga pegawai tersebut bukan hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga bagi jajaran Kementan dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.
Ia menilai Afrida, Alfonsius, dan Willy gugur ketika memastikan pelayanan pertanian serta dukungan pangan tetap menjangkau wilayah terpencil dan terluar di Papua Pegunungan.
“Terkhusus kepada keluarga yang kena musibah, kami atas nama pemerintah dari Kementerian Pertanian mengucapkan belasungkawa, duka cita yang mendalam kepada almarhumah dan almarhum. Semoga beliau diterima di sisi-Nya. Beliau pahlawan-pahlawan pangan kita yang gugur pada saat mengantar pangan ke wilayah terjauh, terpinggir di daerah Provinsi Jayawijaya, Papua Pegunungan,” ujar Mentan Amran.
Mentan Amran mengatakan pemerintah memberikan dukungan moril dan material agar anak-anak korban tidak kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan setelah orang tua mereka gugur dalam tugas.
“Kami hari ini sebagai Menteri Pertanian dan seluruh teman-teman memberikan dukungan moril kepada anak-anak yang ditinggalkan. Insyaallah kami beri beasiswa sesuai kemampuan kita, satu orang Rp50 juta. Totalnya dengan keluarganya Rp300 juta,” kata Mentan Amran.
Bantuan pendidikan itu diserahkan secara langsung kepada keluarga dan diarahkan menjadi tabungan untuk membiayai sekolah anak-anak korban.
“Langsung kita serahkan, bukan serahkan bertahap. Ini, Nak, disimpan nanti, tabungan untuk sekolah,” ujarnya.
Mentan Amran berpesan agar anak-anak korban tidak menghentikan pendidikan karena kondisi keluarga yang berubah setelah kehilangan orang tua.
“Kami harapkan anak-anak yang ditinggalkan itu pendidikannya tinggi dan doakan orang tuanya yang telah gugur dalam tugas,” katanya.
Selain beasiswa, pemerintah memberikan kesempatan kepada satu orang dari masing-masing keluarga korban untuk bekerja di Perum Bulog.
Dukungan tersebut diharapkan membantu keluarga mempertahankan keberlanjutan penghidupan sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada para pegawai yang gugur saat menjalankan tugas negara.
Bagi keluarga Afrida Rapi, perhatian pemerintah menjadi penguat di tengah masa kehilangan.
Yohanis Tonglo, suami almarhumah Afrida, mengatakan salah satu anaknya sempat berniat berhenti kuliah agar dapat bekerja dan membantu adik-adiknya.
“Anak saya yang pertama merangkul saya dan membisikkan, ‘Pak, biar saya berhenti kuliah saja, supaya saya bisa kerja membantu adik-adik saya.’ Tapi Tuhan ternyata Maha Besar. Tuhan mengirim malaikat kepada kami lewat Pak Dirut untuk menjawab kekhawatiran kami ini,” tutur Yohanis.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Mentan Amran dan Direktur Utama Bulog atas perhatian serta dukungan bagi keluarganya.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri yang sudah menaruh perhatian besar kepada kami keluarga korban, khususnya anak-anak kami. Kami sungguh diberikan dukungan yang besar untuk melanjutkan proses pendidikan anak-anak kami,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Minto Mbuik, kakak almarhum Willy Mbuik, yang bersyukur atas perhatian pemerintah dan kesempatan kerja di Bulog.
“Ini hal yang tidak kami cari, tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, tapi hari ini mungkin cara Tuhan untuk kami keluarga dapatkan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dirut dan Pak Menteri yang hari ini sudah memberi kami berkat,” katanya.
Istri almarhum dokter hewan Alfonsius Mehan, Yurita Galung, juga menyampaikan terima kasih atas perhatian Kementan.
“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan kalau saya masih diberikan kesehatan dan kekuatan dengan cobaan yang terjadi. Saya ucapkan terima kasih untuk Menteri Pertanian yang boleh mengundang kami, bentuk tali kasih dan kepedulian terhadap kami,” ujar Yurita.
Yurita mengenang Alfonsius sebagai sosok pekerja keras yang mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Panggilan sayang saya, Bapak Ciu. Dia sosok pribadi yang sangat baik. Dia orang yang tidak pernah memilih. Siapapun dia akan tolong. Dia pekerja keras. Dia selalu mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri,” tuturnya.
Perhatian Kementan terhadap keluarga korban mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya Hendri Yohanes menyampaikan terima kasih atas dukungan, perhatian, dan kesempatan kerja yang diberikan kepada keluarga korban.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, dalam hal ini Bapak Bupati dan Bapak Wakil, mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pertanian atas perhatian, dukungan, dan pemberian kerja kepada anak, saudara, dan rekan kami yang menjadi korban di Jayawijaya,” ujarnya.
Mentan Amran menegaskan pemerintah akan terus memperhatikan keluarga pegawai yang gugur ketika menjalankan tugas.
“Jaga anak-anaknya. Bina anak-anaknya. Jaga dia supaya tamat sekolah,” pesan Mentan Amran.
Mentan Amran menemui keluarga tiga pegawai pertanian Jayawijaya yang gugur dalam tugas dan menyiapkan beasiswa serta kesempatan kerja bagi keluarga korban.