Categories: News

Gelar Pilot Action, Tim Patriot Unhas Berdayakan BUMKam dan Pemuda Fakfak

SulawesiPos.com — Komitmen mendorong kemandirian ekonomi sekaligus mempererat kohesi sosial masyarakat terus ditunjukkan oleh Tim 16 Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin.

Melalui agenda bertajuk Pilot Action Implementasi Peningkatan Kapasitas Kelompok Masyarakat (BUMKam dan Kelompok Pemuda–Karang Taruna), tim menggelar pelatihan terpadu selama dua hari penuh pada Minggu–Senin, 13–14 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di bawah arahan Ketua Tim Peneliti TEP Unhas Dr. Sawedi Muhammad, S.Sos., M.Sc., serta dipimpin langsung oleh koordinator lapangan Nur Vidiah Rachmadani bersama tim ini melibatkan 30 peserta. Kehadiran peserta memadukan pengurus BUMKam Parim Mimir Saharey, BUMKam Tunas Harapan Weri, tokoh adat, pemuda, hingga warga lokal dan transmigran.

Pada hari pertama yang bertempat di Laboratorium SMP Negeri Fakfak Timur, pelatihan berfokus pada pembenahan tata kelola Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam). Kepala Kampung Weri, Marten Sutadi Fuad, secara resmi membuka acara sekaligus menggarisbawahi tantangan mendasar yang dihadapi unit usaha desa saat ini.

“BUMKam di Kampung Weri sudah terbentuk, tetapi kegiatannya belum berjalan optimal karena kita masih di tahap awal dan sangat butuh peningkatan kapasitas SDM. BUMKam memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan kampung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Marten, dalam rilis yang diterima SPos, Rabu (16/9/2026).

Dalam sesi tersebut, narasumber ahli Hasruddin memaparkan studi kasus Desa Ponggok di Jawa Tengah dan merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 untuk membenahi manajemen usaha.

Diskusi berkembang dinamis saat pengurus BUMKam Saharey, Yusuf, menyampaikan keluhan petani yang kerap terjerat tengkulak akibat ketiadaan akses pasar mandiri dan minimnya rasa saling percaya antarwarga.

“Salah satu potensi besar di wilayah kami adalah pisang, tetapi masyarakat belum paham cara mengelola dan memasarkannya. Selama ini hasil kebun kami banyak yang langsung diambil oleh tengkulak setelah ditanam dan dipanen. Kami ingin maju, tetapi tantangan utamanya adalah kurangnya rasa saling percaya di antara masyarakat,” kata Yusuf.

Sebagai langkah konkret memutus rantai ketergantungan tersebut, forum hari pertama menunjuk Joshua Fuad dari BUMKam Weri dan Haris Rumain dari BUMKam Saharey sebagai koordinator penghubung komoditas yang bertugas mendistribusikan hasil panen petani langsung ke pasar regional.

Memasuki hari kedua di pelataran Teras Masjid Kampung Saharey, fokus kegiatan beralih pada pemberdayaan generasi muda. Narasumber Ahli Penguatan Pemuda, Andi Nurlela, S.Sos., M.Si., memandu sesi refleksi kritis untuk mengidentifikasi persoalan pemuda yang selama ini dinilai belum terlibat aktif dalam pembangunan desa.

Menanggapi situasi tersebut, Andi Nurlela memotivasi peserta agar segera mengambil peran nyata.

“Seluruh gagasan dan cita-cita yang diutarakan para pemuda ini bukan mustahil diwujudkan. Pemuda bukan hanya penerus di masa depan, melainkan bagian penting dari pembangunan kampung yang harus mulai mengambil peran nyata sejak hari ini lewat kerja keras dan komitmen belajar,” tegas Andi Nurlela.

Antusiasme peserta kian terbangun saat pemuda kedua kampung mempraktikkan pemetaan potensi lokal secara spasial partisipatif. Kelompok Pemuda Saharey yang dipresentasikan Kak Saleh Fuad memetakan titik kumpul warga, masjid, serta potensi melimpah perikanan laut dan perkebunan pesisir.

Sementara itu, Kelompok Pemuda Weri yang dipaparkan Kak Vita Sari memetakan sebaran fasilitas umum seperti pos polisi, puskesmas, dan sekolah, hingga potensi unggulan komoditas pala serta cabai.

Pertemuan tersebut bermuara pada kesepakatan pembentukan wadah resmi Karang Taruna Kampung Weri dan Saharey secara runut, mulai dari perumusan AD/ART hingga pengurusan legalitas ke distrik dan Kesbangpol guna memayungi unit ekonomi kreatif pemuda.

Koordinator Lapangan TEP Tim 16 Unhas, Nur Vidiah Rachmadani, saat menutup rangkaian agenda menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mengawal proses penataan BUMKam dan legalisasi Karang Taruna hingga kedua lembaga tersebut mandiri dan berdaya saing di Kawasan Transmigrasi Weri–Saharey.

MN Abdurrahman

Share
Published by
MN Abdurrahman
Tags: BUMKam Ekonomi Desa Fakfak Timur Karang Taruna Papua Barat Pemberdayaan Desa Saharey Tim Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin Weri