Ilustrasi Mobil berada di geladak kapal feri saat menyeberang menuju Kepulauan Selayar.
SulawesiPos.com – Pemilik mobil yang membawa kendaraannya menyeberang menuju Kepulauan Selayar perlu memeriksa sejumlah bagian kendaraan setibanya di darat, mengingat perjalanan laut membuat mobil terkena udara dan air laut selama proses penyeberangan. Rute Bira-Pamatata sebagai lintasan utama Selat Selayar biasanya ditempuh dalam waktu 2 jam hingga 2 jam 15 menit menggunakan kapal feri Roll-on/Roll-off.
Selama penyeberangan, kendaraan diparkir di geladak kapal yang dirancang semi-terbuka, sehingga mobil terkena uap garam laut dan cipratan air asin saat kapal menerjang gelombang.
Kandungan klorida pada udara pesisir dan air laut membuat proses korosi pada logam kendaraan berlangsung lebih cepat dibanding bila terkena air tawar biasa.
Kondisi tersebut membuat sejumlah bagian kendaraan seperti sistem pengereman, ban, kolong dan sasis, bodi, hingga komponen kelistrikan layak diperiksa setelah kendaraan turun dari kapal.
Bagian cakram dan kampas rem berpotensi membentuk lapisan karat tipis akibat kelembapan, yang dapat memicu bunyi decit serta sedikit penurunan respons pengereman pada awal pemakaian.
Pengemudi disarankan melakukan pengereman ringan berulang saat mulai berkendara agar karat permukaan tersebut terkikis, dan membawa mobil ke bengkel bila bunyi decit tidak hilang atau disertai getaran dan rem yang kurang pakem.
Tapak ban juga perlu diperiksa dari kemungkinan retakan atau benjolan, benda asing yang menyangkut, maupun residu cair yang menempel dari lantai geladak kapal, sekaligus memastikan tekanan angin sudah sesuai rekomendasi pabrikan.
Bagian kolong dan sasis kendaraan termasuk area yang rawan menyimpan residu garam dan pasir, karena letaknya yang sulit dijangkau saat proses pencucian.
Pipa knalpot, poros penggerak, sambungan sasis, dan komponen suspensi termasuk bagian yang rentan berkarat akibat cipratan air asin selama penyeberangan.
Pembilasan bagian kolong disarankan dilakukan menggunakan air tawar bersih, idealnya di hari yang sama setelah kendaraan terkena lingkungan laut, karena residu garam yang mengering justru mempercepat korosi bila dibiarkan.
Konektor kabel, terminal aki, dan modul elektronik di area bawah kendaraan turut berisiko mengalami oksidasi atau korosi akibat kelembapan bercampur garam.
Pemilik kendaraan disarankan tetap berhati-hati saat menyemprot area komponen kelistrikan ketika mencuci mobil, serta melakukan pengecekan berkala di bengkel bila kendaraan sering terkena udara laut.
Bodi dan cat kendaraan turut berisiko mengalami baret halus apabila debu atau pasir yang menempel langsung digosok tanpa dibilas terlebih dahulu.
Metode pencucian yang disarankan adalah membilas seluruh bodi terlebih dahulu tanpa sentuhan langsung, kemudian menggunakan sampo mobil berpH netral dan kain microfiber sebelum dikeringkan.
Dengan memeriksa sistem pengereman, ban, kolong dan sasis, bodi, serta komponen kelistrikan tersebut, pemilik mobil dapat memastikan kendaraannya tetap dalam kondisi baik setelah menempuh perjalanan laut menuju Selayar.