Awal mula Juicy Luicy batal manggung di Batam berawal dari biaya kelebihan bagasi. dok/juicyluicy
SulawesiPos.com – Juicy Luicy batal tampil di XYZ Liveground 2026 di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam, Sabtu (5/9/2026), setelah rombongan band menghadapi persoalan biaya kelebihan bagasi saat hendak berangkat.
Penyelenggara mengaku menawarkan penggantian biaya agar perjalanan dilanjutkan, sedangkan vokalis Julian “Uan” Kaisar menyebut bagasi belum dibayar dan hotel baru tersedia untuk satu hari.
Polemik bermula ketika pihak yang dikaitkan dengan tim Juicy Luicy mengunggah foto dari area bandara bertuliskan “XYZ Batam Cancelled”.
Unggahan itu menyebar di media sosial dan memicu kekecewaan penonton yang menunggu band asal Bandung tersebut.
Juicy Luicy kemudian disebut menyampaikan bahwa keputusan tidak tampil diambil karena masih ada kewajiban penyelenggara yang belum diselesaikan.
Unggahan mengenai pembatalan itu belakangan tidak lagi terlihat, sementara pembicaraan beralih pada biaya kelebihan bagasi.
XYZ Liveground memberikan penjelasan melalui akun media sosialnya pada Minggu (6/9/2026).
Penyelenggara tidak menyebut nama penampil secara langsung, tetapi kronologi yang disampaikan dikaitkan dengan batalnya Juicy Luicy terbang ke Batam.
“Menjelang pelaksanaan XYZ, penyelenggara telah mempersiapkan kebutuhan performer berdasarkan kesepakatan yang telah dikomunikasikan, antara lain: Pembayaran fee yang telah dilakukan full, tiket penerbangan pulang-pergi, akomodasi hotel, kebutuhan perjalanan dan hospitality, kebutuhan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan acara,” tulis XYZ Liveground.
Menurut penyelenggara, persoalan baru muncul ketika rombongan berada dalam proses keberangkatan.
Ada biaya tambahan kelebihan bagasi yang harus dibayar di bandara.
“Pada saat proses keberangkatan menuju Batam, muncul kebutuhan tambahan terkait kelebihan bagasi. Kondisi tersebut terjadi pada waktu keberangkatan dan membutuhkan pembayaran tambahan di bandara,” lanjut penyelenggara.
Panitia mengaku menawarkan mekanisme reimburse: penampil membayar biaya tersebut lebih dahulu agar tetap berangkat, kemudian penyelenggara menggantinya.
Opsi serupa disebut digunakan oleh penampil lain yang menghadapi kendala sejenis.
“Tujuan kami saat itu bukan memperdebatkan biaya, tetapi memastikan performer tetap berangkat dan acara dapat berjalan sesuai rencana,” tulis XYZ Liveground.
Komunikasi tersebut tidak membuat perjalanan Juicy Luicy berlanjut.
Band akhirnya tidak tiba di Batam dan batal mengisi festival sesuai jadwal.
Uan memberikan penjelasan melalui siaran langsung media sosial yang dilakukan ketika dalam perjalanan menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (6/9/2026).
Potongan rekaman itu kemudian beredar luas beberapa hari setelah acara.
“Enggak jadi tampil di Batam karena panitianya. Karena enggak dibayar bagasi sama hotelnya, enggak kan,” kata Uan.
“Hotelnya baru sehari,” tambahnya.
Uan membenarkan festival yang dimaksud adalah XYZ Liveground.
Ia mempertanyakan mengapa urusan bagasi tidak diselesaikan lebih awal karena pembelian sebelum hari keberangkatan dinilai dapat menekan biaya.
“Ya XYZ lah. Jadi jelas-jelas salah. Kenapa enggak diberesin H-7 atau H-1 minggu, jadi bagasinya juga murah ya? Heem. Bagasinya lebih murah,” ujarnya.
Menurut Uan, persoalan seperti itu baru terjadi sekali dalam ratusan penampilan Juicy Luicy.
“Kita sudah ke bandara? Iya, makanya. Dari 300 panggung kali, satu yang bermasalah. Ya sudah, enggak apa-apa kalau dibilang kalau buat membela diri mah enggak apa-apa kali,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada penggemar yang gagal menyaksikan penampilan Juicy Luicy di Batam.
“Maaf ya Batam, maaf ya. Nanti, ya siapa tahu bulan depan ada lah,” kata Uan.
Keterangan kedua pihak menunjukkan perbedaan pada waktu dan mekanisme pembayaran kebutuhan perjalanan.
Penyelenggara menyebut biaya kelebihan bagasi muncul saat keberangkatan dan menawarkan reimburse, sedangkan Uan menilai bagasi serta kepastian hotel seharusnya telah dibereskan sebelum rombongan tiba di bandara.
Dokumen kontrak, daftar rider, jumlah bagasi, dan nilai biaya tambahan tidak dipublikasikan.
Karena itu, belum dapat dipastikan dari informasi terbuka pihak mana yang secara kontraktual bertanggung jawab membayar biaya tersebut sebelum keberangkatan.
Pengamat musik Aldo Sianturi mengatakan pembagian tanggung jawab seharusnya telah ditetapkan sebelum kesepakatan kerja dibuat.
“Idealnya sebelum deal terjadi sudah ada kejelasan mengenai artist fee, travel, baggage, akomodasi, hospitality, production rider, hingga technical rider. Siapa yang menanggung apa harus jelas,” kata Aldo.
Pengamat musik sekaligus manajer Seringai, Wendi Putranto, juga menilai kelebihan bagasi dapat dihitung lebih awal melalui rider teknis dan rancangan kontrak.
“Over baggage bisa ketahuan dari sebelumnya,” ujar Wendi.