SulawesiPos.com – Pengemudi yang sering melintasi jalan pegunungan di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara perlu memahami waktu yang tepat menggunakan engine brake untuk membantu mengendalikan laju kendaraan saat melewati turunan panjang dan berkelok. Kondisi ini relevan karena banyak ruas jalan di kedua kabupaten tersebut memiliki karakter pegunungan yang menanjak, menurun, dan berkelok mengikuti kontur perbukitan.
Sejumlah ruas jalan seperti poros Makale-Palopo memiliki turunan curam dan tikungan tajam yang mengikuti kontur kawasan perbukitan di wilayah pegunungan Tana Toraja dan Toraja Utara.
Kondisi tersebut membuat penggunaan pedal rem secara terus-menerus di sepanjang turunan berisiko menimbulkan panas berlebih pada sistem pengereman kendaraan.
Engine brake merupakan teknik memperlambat kendaraan dengan melepas pedal gas dan menggunakan gigi lebih rendah untuk membantu menahan laju kendaraan.
Saat pedal gas dilepas dan gigi rendah digunakan, resistansi dari mesin membantu memperlambat kendaraan tanpa sepenuhnya mengandalkan sistem pengereman.
Semakin rendah gigi yang digunakan, semakin kuat efek penahanan laju dari mesin sehingga kecepatan kendaraan lebih mudah dikendalikan sepanjang turunan.
Kenapa Rem Saja Tidak Cukup
Pedal rem yang digunakan terus-menerus saat melewati turunan panjang dapat menghasilkan panas berlebih akibat gesekan yang terjadi secara berulang tanpa jeda pendinginan.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan brake fade, yaitu penurunan kinerja pengereman meskipun pedal rem tetap diinjak dengan tekanan yang sama seperti sebelumnya.
Risiko panas berlebih pada rem menjadi semakin perlu diperhatikan ketika kendaraan melewati turunan panjang dan berkelok dengan perubahan kemiringan yang cukup tajam.
Engine brake membantu menahan laju kendaraan sehingga penggunaan pedal rem dapat dikurangi selama melewati turunan panjang tanpa menghilangkan fungsi pengereman utama.
Pedal rem tetap diperlukan untuk menyesuaikan kecepatan kendaraan atau menghentikan mobil sepenuhnya ketika kondisi perjalanan membutuhkan perlambatan lebih besar.
Dengan mengombinasikan engine brake dan pedal rem secara tepat, beban kerja sistem pengereman dapat dikurangi selama kendaraan menuruni jalan panjang.
Cara Menggunakan Engine Brake
Pada mobil bertransmisi manual, pengemudi dapat menurunkan gigi secara bertahap sebelum memasuki turunan agar kendaraan sudah memiliki bantuan penahanan laju dari mesin.
Pemilihan gigi bergantung pada kondisi jalan, sehingga turunan yang semakin curam atau panjang membutuhkan penggunaan gigi yang lebih rendah untuk membantu mengendalikan kecepatan.
Tidak ada satu angka gigi yang berlaku untuk seluruh kendaraan karena karakter mesin, transmisi, bobot kendaraan, dan kondisi jalan dapat berbeda.
Pada mobil matik konvensional, posisi selain D seperti D3, 2, atau L dapat digunakan untuk memberikan efek engine brake tambahan ketika melewati turunan curam.
Posisi tersebut membuat mesin bekerja pada putaran yang lebih tinggi sehingga efek penahanan laju kendaraan dapat menjadi lebih kuat dibandingkan penggunaan posisi D biasa.
Sementara pada mobil dengan transmisi CVT, mode L, B, atau S dapat digunakan untuk menciptakan efek penahanan laju yang serupa dengan penggunaan gigi rendah.
Meski CVT tidak memiliki gigi fisik bertingkat seperti transmisi manual, setiap kendaraan dapat memiliki cara kerja mode rendah yang berbeda.
Karena itu, pengemudi perlu memahami fungsi setiap posisi transmisi pada kendaraan masing-masing sebelum menggunakannya ketika melewati turunan panjang.
Penurunan gigi secara mendadak pada kecepatan tinggi juga perlu dihindari karena dapat membuat putaran mesin meningkat tajam dan memengaruhi traksi kendaraan.
Kapan Sebaiknya Digunakan
Engine brake paling relevan digunakan ketika kendaraan melewati turunan panjang, turunan curam, membawa muatan berat, atau melintasi permukaan jalan yang licin.
Kondisi tersebut penting diperhatikan pada perjalanan melalui kawasan pegunungan Toraja yang memiliki ruas jalan dengan karakter permukaan berbeda-beda.
Permukaan jalan berupa kerikil atau tanah juga dapat menjadi lebih licin ketika basah sehingga pengemudi perlu mengendalikan kecepatan sejak sebelum memasuki bagian turunan.
Pada jalan berliku setelah turunan, pengemudi sebaiknya menurunkan kecepatan terlebih dahulu sebelum memasuki tikungan untuk menjaga kendaraan tetap terkendali.
Mengerem sambil membelok tajam dapat meningkatkan risiko kendaraan kehilangan traksi, terutama ketika permukaan jalan memiliki kondisi yang kurang ideal.
Kehadiran tikungan buta di sejumlah bagian jalan pegunungan Toraja membuat pengemudi perlu mengantisipasi perubahan arah dan kecepatan sejak lebih awal.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Kesalahan yang perlu dihindari adalah mengandalkan pedal rem secara terus-menerus sepanjang turunan panjang hingga sistem pengereman mengalami panas berlebih.
Penggunaan gigi tinggi saat menuruni jalan curam juga membuat rem harus menanggung beban perlambatan lebih besar tanpa bantuan resistansi mesin.
Penurunan gigi secara mendadak atau kasar dapat membuat putaran mesin melonjak dan berpotensi memengaruhi traksi kendaraan ketika melaju di turunan.
Karena itu, perpindahan ke gigi lebih rendah sebaiknya dilakukan secara bertahap sebelum kendaraan memasuki turunan atau tikungan tajam.
Engine brake juga tidak seharusnya dianggap sebagai pengganti penuh pedal rem karena keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi saat kendaraan menuruni jalan.
Penggunaan engine brake bersama pedal rem secara tepat membantu pengemudi menjaga kecepatan kendaraan tetap terkendali selama melewati jalur pegunungan yang panjang dan berkelok.