Prof Muhammad Niswar meraih Suguru Yamaguchi Memorial Award 2026 berkat kontribusi pada internet, pendidikan teknologi, AIoT, dan keamanan siber.
SulawesiPos.com – Dua puluh empat tahun setelah membangun dan merawat jaringan internet satelit yang menghubungkan Universitas Hasanuddin serta Indonesia Timur dengan pendidikan global, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Niswar, S.T., M.InfoTech., meraih Suguru Yamaguchi Memorial Award 2026 dari School on Internet Asia di Institut Teknologi Bandung, Rabu (2/9/2026).
Guru Besar Unhas yang kini menjabat Ketua Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial itu menerima penghargaan dalam SOI Asia 62nd Meeting and 30th Anniversary Conference atas dedikasinya mengembangkan infrastruktur internet, pendidikan teknologi informasi, dan jejaring akademik lintas negara.
Suguru Yamaguchi Memorial Award diberikan untuk mengenang Dr. Suguru Yamaguchi, ilmuwan komputer Jepang yang memberi kontribusi penting dalam pengembangan internet dan keamanan siber.
Penghargaan itu merefleksikan semangat pemanfaatan teknologi informasi untuk memperluas akses pengetahuan dan pendidikan melalui jaringan internet.
Nama Dr. Suguru Yamaguchi memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan ekosistem internet Asia karena dikenal sebagai salah satu pelopor keamanan siber dan tercatat dalam Internet Hall of Fame.
Dedikasinya terhadap pengembangan teknologi serta pendidikan melalui jaringan internet kemudian diabadikan melalui penghargaan tersebut.
Bagi Prof Niswar, penghargaan itu bukan hanya apresiasi terhadap perjalanan akademik dan profesional, tetapi juga amanah untuk melanjutkan visi Dr. Yamaguchi dalam memperluas akses ilmu pengetahuan bagi negara-negara berkembang.
“Menerima Suguru Yamaguchi Memorial Award merupakan bentuk dedikasi dalam mengembangkan infrastruktur internet dan jaringan teknologi untuk mendukung kemajuan pendidikan lintas negara,” jelas Prof Niswar.
Keterlibatan Prof Niswar dalam School on Internet Asia bermula pada 2002 ketika ia menjadi network operator pertama SOI Asia di Unhas.
SOI Asia merupakan konsorsium pendidikan internasional yang menghubungkan perguruan tinggi dan lembaga riset di kawasan Asia-Pasifik melalui teknologi internet.
Pada masa itu, Prof Niswar terlibat langsung dalam penyiapan, konfigurasi, dan pemeliharaan jaringan internet melalui satelit SOI Asia di Unhas.
Infrastruktur tersebut membuka konektivitas antara Unhas, kawasan Indonesia Timur, dan jejaring pendidikan global ketika sejumlah wilayah masih menghadapi keterbatasan jaringan.
Akses internet itu menyediakan jalur bagi sivitas akademika untuk mengikuti pertukaran pengetahuan, pembelajaran, serta kolaborasi dengan komunitas pendidikan dan riset internasional.
Peran Prof Niswar kemudian berkembang dari penguatan infrastruktur menuju pembangunan kapasitas sumber daya manusia.
Ia dipercaya menjadi Faculty Member dalam program Asia Pacific Internet Engineering dengan tugas terlibat dalam perumusan kurikulum regional dan pelatihan generasi baru internet engineer lintas negara.
Jejaring SOI Asia juga membuka ruang bagi riset terapan, termasuk berbagai proyek berbasis Internet of Things dan Artificial Intelligence yang melibatkan Prof Niswar dengan dukungan komunitas tersebut.
Perkembangan teknologi kini bergerak menuju integrasi kecerdasan artifisial dengan perangkat yang saling terhubung melalui Artificial Intelligence of Things atau AIoT.
Pendekatan tersebut memungkinkan sistem digital mengolah data dari berbagai perangkat dan menghasilkan respons berbasis kecerdasan artifisial untuk membantu penyelesaian persoalan nyata.
Sebagai Ketua Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial Unhas, Prof Niswar menempatkan AIoT dan ketahanan siber sebagai agenda kontribusi berikutnya dalam SOI Asia.
“Kontribusi ke depan dalam SOI Asia berfokus pada pengembangan riset berbasis AIoT dan ketahanan siber untuk memecahkan tantangan riil, serta memperluas program APIE guna membekali mahasiswa dengan keahlian internet engineering modern skala global,” tambah Prof Niswar.
Penguatan kolaborasi itu juga diarahkan untuk memperluas manfaat bagi sivitas akademika Unhas melalui akses terhadap riset internasional multilateral dan integrasi kurikulum digital mutakhir.
Akses tersebut diharapkan memperkuat kapasitas mahasiswa serta peneliti dalam mengikuti perkembangan teknologi global.
Bagi Unhas, jejaring SOI Asia membuka peluang untuk memperkuat peran dalam transfer pengetahuan teknologi internet dari kawasan Asia-Pasifik ke perguruan tinggi di Indonesia Timur.
Kolaborasi itu sekaligus mendukung pengembangan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan teknologi masa kini, setelah kontribusi yang bermula dari jaringan satelit pada 2002 berkembang ke riset AIoT, ketahanan siber, keahlian internet engineering, dan perluasan akses pengetahuan teknologi.