Categories: News

Cuaca Panas di Sulawesi Selatan, Ini Alasan Tekanan Ban Mobil Perlu Diperhatikan

SulawesiPos.com – Kondisi cuaca panas yang melanda sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan pada September 2026 menjadi alasan bagi pengemudi untuk lebih memperhatikan tekanan udara ban mobil. Suhu udara yang meningkat berpotensi memengaruhi tekanan di dalam ban, sehingga pengemudi perlu memahami cara memeriksa dan menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan selama periode ini.

Stasiun Meteorologi Sultan Hasanuddin Makassar mencatat suhu udara harian mencapai 35,5 hingga 37 derajat Celsius, sementara Kabupaten Gowa berstatus Siaga udara panas dengan suhu terasa menyentuh 40 hingga 45 derajat Celsius.

Cuaca terik tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga awal November 2026, sehingga pemeriksaan tekanan ban tetap perlu diperhatikan selama periode tersebut.

Tekanan udara di dalam ban mobil berubah mengikuti prinsip fisika gas, yaitu naik saat suhu meningkat dan turun saat suhu menurun.

Selain suhu udara, gesekan ban dengan permukaan jalan saat berkendara turut memanaskan ban, sehingga tekanan ban yang baru dipakai berkendara cenderung lebih tinggi dibanding kondisi ban yang sedang beristirahat.

Kenaikan tekanan akibat panas, baik dari cuaca maupun dari aktivitas berkendara, merupakan fenomena fisika yang normal dan bukan tanda kerusakan pada ban.

Cara Memeriksa Tekanan Ban yang Tepat

Salah satu kesalahpahaman yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa tekanan ban perlu dikurangi ketika terasa tinggi setelah mobil digunakan berkendara di cuaca panas.

Tekanan ban sebaiknya tidak dikurangi saat ban masih dalam keadaan panas, karena ban akan kekurangan angin begitu kembali ke suhu normal.

Pemeriksaan tekanan ban idealnya dilakukan saat ban dalam keadaan dingin, yaitu setelah kendaraan tidak digunakan berkendara setidaknya selama tiga jam.

Pagi hari sebelum kendaraan digunakan menjadi waktu yang paling direkomendasikan untuk memeriksa tekanan ban karena saat itulah suhu ban paling dekat dengan suhu istirahat.

Angka tekanan ban yang direkomendasikan tertera pada label di bingkai pintu pengemudi atau buku manual kendaraan, bukan pada angka yang tercetak di dinding samping ban.

Tekanan ban yang direkomendasikan tersebut ditentukan oleh pabrikan berdasarkan desain kendaraan seperti bobot dan distribusi beban, sehingga angkanya berbeda-beda untuk setiap mobil.

Pengecekan tekanan ban disarankan dilakukan minimal sebulan sekali, termasuk ban cadangan, serta sebelum melakukan perjalanan jauh.

Risiko Jika Tekanan Ban Tidak Sesuai

Tekanan ban yang terlalu rendah memperbesar area kontak ban dengan jalan sehingga meningkatkan gesekan berlebih, berisiko menyebabkan ban terlalu panas, dan memperpanjang jarak pengereman.

Ban dengan tekanan terlalu rendah juga lebih cepat mengalami keausan tidak merata serta meningkatkan konsumsi bahan bakar akibat naiknya rolling resistance.

Sebaliknya, tekanan ban yang terlalu tinggi mengecilkan area kontak ban dengan jalan sehingga traksi dapat berkurang, terutama pada permukaan jalan basah atau kasar.

Ban dengan tekanan berlebih juga membuat berkendara terasa lebih keras dan berpotensi mempercepat keausan di bagian tengah tapak ban.

Dengan memahami hubungan antara suhu dan tekanan ban tersebut, pengemudi di Sulawesi Selatan disarankan tetap mengikuti angka tekanan yang direkomendasikan pabrikan dan memeriksanya secara rutin selama musim kemarau berlangsung.

Avriel Parengkuan

Share
Published by
Avriel Parengkuan
Tags: Sulawesi Selatan otomotif Ban Mobil cuaca panas Tekanan Ban