Categories: News

Kebakaran Pasar Paniai Tewaskan 11 Perantau Sulsel, Enam Anak-anak

SulawesiPos.com – Sebanyak 11 perantau asal Sulawesi Selatan, termasuk enam anak berusia 2–9 tahun, tewas dalam kebakaran yang melalap Pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Papua Tengah, Senin (7/9/2026) dini hari.

Api yang muncul sekitar pukul 00.25 WIT menjalar cepat di antara rumah dan kios semipermanen yang berdempetan sebelum dikendalikan sekitar tiga jam kemudian.

Data terbaru kepolisian mencatat 49 rumah dan kios hangus serta 148 warga mengungsi ke kantor polisi, masjid, dan rumah kerabat.

Polisi masih menyelidiki sumber api dengan memeriksa tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, dan mengumpulkan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.

Kasubbid Penmas Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung mengatakan besarnya kobaran dan rapatnya bangunan membuat proses pemadaman berlangsung lama.

“Besarnya kobaran api serta kondisi rumah kios yang saling berdempetan membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama,” ujar Henry, Senin (7/9/2026).

Kepolisian mengerahkan satu kendaraan taktis water cannon untuk membantu pemadaman.

Api akhirnya dapat dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIT, kemudian petugas menyisir bangunan yang terbakar.

“Kebakaran di kawasan pasar di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, mengakibatkan puluhan rumah terbakar dan 11 orang meninggal dunia,” kata Henry.

Enam Korban Masih Anak-anak

Petugas menemukan 11 korban dalam kondisi meninggal dunia dengan luka bakar.

Seluruh jenazah dievakuasi ke RSUD Paniai untuk penanganan lebih lanjut.

Lima korban dewasa tercatat berinisial NA (70), WA (36), HA (30), RF (28), dan HE (30).

Enam korban lainnya merupakan anak-anak, yakni AS (9), AB (6), AD (5), AR (9), IC (6), dan AY (2).

Kapolres Paniai AKBP Roycke H. F. Betaubun mengatakan para korban merupakan warga pendatang.

Mereka berasal dari komunitas perantau Makassar, Bugis, dan Toraja yang menempati rumah sekaligus kios di kawasan pasar.

“Korban kebakaran 100% itu pendatang. Pendatang itu, rumah pendatang dan itu semi-permanen,” kata Roycke.

“Rata-rata di kios itu kan rata-rata orang Makassar, orang Bugis, orang Toraja,” lanjutnya.

Roycke mengatakan pendataan korban luka masih berlangsung di RSUD Paniai.

Petugas juga mendata warga yang mengalami trauma setelah kehilangan rumah dan harta benda.

Berdasarkan pendataan sementara, kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar.

Angka tersebut masih dapat berubah karena sejumlah korban belum menyampaikan rincian barang dan aset yang terbakar.

“Data terbaru kebakaran terdapat 49 rumah dan kios. Sementara jumlah korban yang mengungsi 148 orang,” ujar Roycke.

Polisi Kumpulkan CCTV dan Periksa Saksi

Henry menegaskan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.

Penyelidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa lokasi untuk mengetahui titik awal api.

“Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara,” ujarnya.

Kapolres Paniai juga memastikan penyelidikan tidak dapat menyimpulkan penyebab hanya berdasarkan satu alat bukti.

Rekaman CCTV milik warga dan kantor-kantor di sekitar pasar telah dikumpulkan untuk diperiksa.

Roycke menyatakan sejauh ini tidak ditemukan indikasi kebakaran berkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata atau simpatisannya.

Polisi masih melanjutkan olah tempat kejadian perkara dan pendataan terhadap korban luka, pengungsi, serta kerugian material.

Kristio D. Reski

Share
Published by
Kristio D. Reski
Tags: kebakaran Tana Toraja Papua Tengah Papua Paniai Kebakaran Pasar Kampung Bapouda Pasar Kampung Bapouda Makassar Sulawesi Selatan