Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (1/9/2026).
SulawesiPos.com – Komisi IV DPR RI memberikan apresiasi terhadap kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) yang dinilai berhasil mendorong Indonesia mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis.
Di tengah capaian tersebut, dukungan anggaran Kementan untuk 2027 turut menjadi perhatian agar program swasembada pangan dapat dipertahankan dan diperluas.
Apresiasi itu disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Selasa, 1 September 2026.
Komisi IV menilai capaian produksi pangan nasional menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Komisi IV Apresiasi Kinerja Kementan
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian beserta jajaran atas capaian tersebut.
“Pertama perlu kita berikan apresiasi. Komisi IV memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian yang telah berhasil merealisasikan swasembada 8 komoditas pertanian,” kata Titiek.
Delapan komoditas yang disebut telah mencapai swasembada terdiri atas beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Capaian tersebut sebelumnya juga disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Presiden pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD pada 14 Agustus 2026.
Di balik apresiasi terhadap kinerja produksi, penguatan anggaran Kementan menjadi salah satu hal penting yang didorong Komisi IV.
Dukungan anggaran dinilai diperlukan agar capaian swasembada tidak berhenti pada satu periode, tetapi dapat dipertahankan sekaligus diperluas ke komoditas strategis lainnya.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Alien Mus, sebelumnya juga mendorong tambahan anggaran bagi Kementan.
Menurut dia, besarnya pekerjaan di sektor pertanian membutuhkan dukungan fiskal yang sepadan.
“Saya yakin di tangan Pak Menteri dengan anggaran sekitar Rp28 triliun ini bisa menjadi salah satu pacuan untuk bisa menjadi Indonesia tetap bisa mempertahankan swasembada, khususnya di beras dan jagung dan juga beberapa lainnya,” ujar Alien.
Ia kemudian menegaskan pentingnya tambahan anggaran untuk mendukung pekerjaan Kementan.
“Kami ingin memastikan bahwa anggaran yang diberikan kepada Kementerian Pertanian kalau bisa mendapat tambahan anggaran karena sangat luar biasa kerjanya,” katanya.
Dorongan tersebut semakin relevan karena agenda swasembada pangan pemerintah kini tidak hanya menyasar beras dan jagung.
Komoditas lain, termasuk bawang putih, juga mulai mendapat perhatian dalam agenda penguatan produksi nasional.
Berdasarkan neraca pangan 2026 yang disampaikan pemerintah, produksi sejumlah komoditas strategis telah diproyeksikan melampaui kebutuhan nasional.
Produksi beras diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, sementara kebutuhan nasional sekitar 31,10 juta ton.
Jagung diproyeksikan mencapai 18 juta ton dibandingkan kebutuhan 16,44 juta ton.
Surplus juga tercatat pada gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Secara keseluruhan, delapan komoditas tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 72,91 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional berada di kisaran 68,22 juta ton.
Artinya, terdapat potensi surplus sekitar 4,69 juta ton.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan capaian tersebut bukan semata hasil kerja Kementan.
Menurutnya, dukungan DPR, pemerintah daerah, petani, penyuluh, serta berbagai pemangku kepentingan turut menentukan keberhasilan program pertanian.
“Terima kasih atas dukungannya. Semua capaian ini bukan semata Kementan, tapi dukungan luar biasa Ibu Ketua, Wakil Ketua, seluruh Komisi IV DPR RI,” kata Amran.
Ia menyebut dari 11 komoditas strategis, saat ini delapan di antaranya telah mencapai swasembada.
“Ini luar biasa. Alhamdulillah dari 11 komoditas strategis ada 8 yang sudah swasembada,” ujar Amran.
Untuk 2027, Kementan mengarahkan rencana kerja pada penguatan kedaulatan pangan melalui pengembangan kawasan terintegrasi.
Program tersebut mencakup padi, kedelai, jagung, bawang putih, perkebunan, hingga peternakan.
Penguatan anggaran pun menjadi bagian penting agar capaian produksi dapat dijaga, sekaligus meningkatkan pendapatan petani, memperkuat substitusi impor, dan meningkatkan daya saing sektor pertanian nasional.