ILUSTRASI. Pegawai SPPG menyiapkan menu MBG (Dok JawaPos Group)
SulawesiPos.com – Kementerian Agama memastikan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, yang diduga keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis pada Selasa (1/9/2026) telah ditangani di sejumlah rumah sakit, saat jumlah korban terus bertambah hingga Rabu (2/9/2026).
Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan data terakhir yang diterima pihaknya dari Kemenag Sidoarjo mencatat 337 santri telah mendapatkan penanganan medis.
“Data terakhir dari Kemenag Sidoarjo tadi ada 337. Semua anak-anak santri sudah ditangani di rumah sakit sekitar Sidoarjo,” ujar Basnang saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).
Basnang menyebut penambahan korban terjadi karena sebagian santri awalnya belum mengeluhkan gejala, tetapi kondisinya melemah beberapa waktu kemudian.
### Korban Bertambah dan Dirawat di Sejumlah Rumah Sakit
“Benar terjadi penambahan korban karena tadinya anak-anak tidak ada keluhan, lalu seiring berjalannya waktu beberapa santri mengalami kondisi lemah dan dibawa ke RS,” ucapnya.
Kemenag, kata Basnang, juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menangani para santri dan tim Kemenag sudah berada di lokasi sejak Selasa malam.
Di sisi lain, data Dinas Kesehatan Sidoarjo hingga Rabu pukul 00.45 WIB mencatat jumlah korban lebih tinggi, yakni 424 santri, ditambah 24 orang dari luar lingkungan pesantren yang diduga mengalami kejadian serupa.
Dugaan keracunan itu bermula setelah para santri menyantap makanan MBG selepas salat Zuhur di lingkungan pesantren.
“Dimulai dari setelah salat Zuhur itu anak-anak makan. Kemudian setelah salat Asar anak-anak mulai mual-mual dan muntah-muntah,” kata pengasuh Ponpes Manba’ul Hikam KH Abdul Wahid Harun.
Setelah keluhan meluas, para santri dievakuasi bertahap ke sejumlah fasilitas kesehatan di Sidoarjo.
“Satu per satu diantar ke rumah sakit. Kemudian jumlahnya tambah banyak dan tambah banyak,” ujarnya.