Xpander Cross, Terios, dan Magnite punya karakter berbeda untuk mobilitas di jalanan Makassar.
SulawesiPos.com – Memilih kendaraan untuk aktivitas sehari-hari di Kota Makassar tidak hanya berkaitan dengan desain dan harga. Kondisi jalan, ruang parkir, serta jarak kendaraan dari permukaan tanah juga dapat menjadi pertimbangan calon pengguna.
Makassar merupakan wilayah dataran rendah dengan ketinggian sekitar 0-25 meter di atas permukaan laut. Pemerintah Kota Makassar juga menyebut wilayah tersebut sering mengalami genangan saat musim hujan, terutama ketika hujan turun bersamaan dengan naiknya air pasang.
Kondisi tersebut membuat jarak kendaraan dari permukaan tanah menjadi salah satu spesifikasi yang dapat diperhatikan ketika memilih mobil untuk penggunaan sehari-hari.
Tiga SUV yang memiliki karakter berbeda pada bagian tersebut adalah Mitsubishi Xpander Cross, Daihatsu Terios, dan Nissan Magnite.
Mitsubishi Xpander Cross memiliki panjang 4.595 mm, lebar 1.790 mm, dan tinggi 1.750 mm. Jarak terendah ke tanahnya tercatat 220 mm pada varian CVT dan 225 mm pada varian manual berdasarkan spesifikasi model yang dipublikasikan Mitsubishi.
Xpander Cross juga memiliki radius putar minimum 5,5 meter berdasarkan bodi dan 5,2 meter berdasarkan roda.
Daihatsu Terios memiliki panjang 4.455 mm, lebar 1.695 mm, tinggi 1.705 mm, serta ground clearance 220 mm berdasarkan spesifikasi resmi Daihatsu.
Daihatsu juga mencantumkan radius putar Terios sebesar 5,2 meter dan sistem kemudi Electric Power Steering atau EPS.
Sementara itu, Nissan Magnite memiliki lebar 1.758 mm, tinggi 1.572 mm, wheelbase 2.501 mm, serta ground clearance 186 mm berdasarkan spesifikasi resmi Nissan Indonesia.
Magnite juga memiliki turning radius 5,0 meter dan menggunakan Electronic Power Steering.
Ukuran kendaraan dan kemampuan berbelok menjadi salah satu hal yang dapat diperhatikan ketika mobil digunakan di kawasan perkotaan.
Dari data yang dicantumkan masing-masing pabrikan, Xpander Cross memiliki radius putar minimum 5,5 meter berdasarkan bodi dan 5,2 meter berdasarkan roda. Terios mencatat radius putar 5,2 meter, sedangkan Magnite 5,0 meter.
Namun, angka tersebut tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya patokan untuk menentukan kendaraan mana yang paling mudah dikendalikan.
Ukuran bodi, kondisi jalan, serta kemampuan pengemudi juga ikut memengaruhi saat kendaraan digunakan untuk berbelok, berpindah jalur, maupun parkir.
Fitur bantuan juga tersedia pada ketiga model, meski kelengkapannya dapat berbeda berdasarkan varian.
Nissan Magnite, misalnya, mencantumkan Around View Monitor, kamera belakang, dan sensor parkir dalam daftar perlengkapannya.
Daihatsu Terios juga menawarkan Around View Monitor pada varian tertentu. Daihatsu menyebut fitur tersebut memberikan pandangan 360 derajat di sekitar kendaraan dan membantu pengemudi ketika melakukan manuver mundur atau melewati jalan sempit.
Pada Xpander Cross, fitur kamera dan bantuan parkir juga tersedia pada varian tertentu.
Dengan adanya perbedaan tersebut, calon pengguna dapat mempertimbangkan bukan hanya ukuran kendaraan, tetapi juga fitur yang tersedia pada varian yang dipilih.
Dari sisi jarak terendah ke tanah, Xpander Cross memiliki angka 220 mm pada varian CVT dan 225 mm pada varian manual. Terios tercatat 220 mm, sedangkan Magnite 186 mm.
Angka tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika kendaraan digunakan di wilayah dengan kondisi permukaan jalan yang beragam.
Meski demikian, ground clearance tidak dapat dijadikan patokan bahwa kendaraan aman melewati banjir dengan kedalaman tertentu.
Kemampuan kendaraan menghadapi genangan juga dipengaruhi kondisi air, kedalaman genangan, kondisi jalan, serta bagian kendaraan yang berada di bawah permukaan air.
Karena itu, jarak kendaraan dari permukaan tanah lebih tepat dilihat sebagai salah satu informasi ketika membandingkan kendaraan, bukan sebagai jaminan kemampuan melewati banjir.
Xpander Cross, Terios, dan Magnite memiliki perbedaan pada ukuran bodi, jarak kendaraan dari permukaan tanah, radius putar, serta fitur yang ditawarkan masing-masing pabrikan.
Pengguna yang lebih sering beraktivitas di kawasan perkotaan dapat mempertimbangkan ukuran kendaraan, kebutuhan parkir, serta fitur yang membantu saat bermanuver.
Sementara itu, pengguna yang memperhatikan jarak kendaraan dari permukaan tanah dapat membandingkan ground clearance dari masing-masing model.
Pada akhirnya, pilihan kendaraan dapat disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari, rute yang sering dilalui, serta fitur yang dianggap penting.