Gedung OJK (foto: Istimewa)
SulawesiPos.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 679 ribu rekening pelajar baru dibuka hingga Juni 2026 melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), saat lembaga itu mendorong budaya menabung sejak dini dalam puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi, Jumat (28/8/2026), yang diikuti lebih dari 1.100 pelajar dan mahasiswa.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan kebiasaan menabung tidak perlu menunggu seseorang memiliki uang dalam jumlah besar.
“Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit. Jadi, kita harus membiasakan diri menabung sejak dini,” kata Friderica.
Secara nasional, tingkat literasi keuangan masyarakat disebut telah mencapai 69,57 persen, sedangkan inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.
OJK menilai segmen pelajar dan mahasiswa masih perlu diperkuat, terutama peserta didik Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga prasejahtera.
Pada periode September 2025 hingga Juni 2026, Program KEJAR mencatat pembukaan 679 ribu rekening pelajar baru.
Selain itu, lebih dari 270 ribu kegiatan Bank Goes to School disebut telah berlangsung di 122 ribu sekolah.
Kegiatan sosialisasi dan edukasi juga menjangkau lebih dari 16 ribu pelajar di 40 kabupaten dan kota.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan menabung bukan hanya soal menyimpan uang.
“Tujuan peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan OJK adalah membangun karakter pribadi yang disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, dan mampu mengelola keuangan sehingga dapat terhindar dari kebiasaan FOMO dan FOPO di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital,” kata Dicky.
Sepanjang 2026 hingga Agustus, OJK juga telah menggelar 3.557 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 12,2 juta peserta.
Melalui kolaborasi GENCARKAN, OJK menyebut telah menjalankan 18.308 kegiatan edukasi langsung dengan 3,2 juta peserta dan 22.797 kegiatan edukasi digital yang menjangkau 167,8 juta peserta.