Kategori: News

Mobil Hybrid Toyota Diklaim Bebas Khawatir Kehabisan Baterai Berkat Self-Charging System

SulawesiPos.com – Rasa khawatir kehabisan daya baterai di tengah perjalanan, atau dikenal dengan istilah range anxiety, kerap menjadi kendala bagi pengguna mobil listrik murni (BEV), terutama saat menempuh perjalanan jauh atau melintasi wilayah dengan stasiun pengisian daya yang belum merata. Menurut Toyota, kekhawatiran tersebut tidak dialami pengguna mobil hybrid mereka karena kendaraan ini tidak bergantung sepenuhnya pada pengisian daya dari luar.

Range anxiety sendiri merujuk pada kekhawatiran pengemudi mobil listrik bahwa kapasitas baterai kendaraannya tidak akan cukup untuk mencapai tujuan perjalanan.

Kekhawatiran ini juga mencakup kemungkinan pengemudi tidak menemukan stasiun pengisian daya sebelum baterai kendaraannya benar-benar habis di tengah jalan.

Apabila baterai mobil listrik murni habis, kendaraan tersebut akan mogok dan tidak dapat melanjutkan perjalanan sampai baterainya diisi ulang.

Berbeda dengan mobil listrik murni, mobil hybrid Toyota bisa mengisi daya baterainya sendiri sambil berjalan, tanpa perlu berhenti dan mencolokkan kabel ke stasiun pengisian.

Menurut Toyota, kemampuan ini didapat lewat sistem bernama Toyota Hybrid System (THS) yang mengatur kapan mesin bensin dan motor listrik bekerja secara bergantian maupun bersamaan.

Saat kondisi jalan macet atau berkendara stop and go di perkotaan, sistem ini akan lebih banyak mengandalkan motor listrik selama daya baterai masih cukup.

Toyota menyebutkan kondisi ini membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat sekaligus mengurangi emisi, karena praktis hanya motor listrik yang bekerja pada momen tersebut.

Mesin bensin baru akan menyala secara otomatis saat mobil membutuhkan tenaga lebih besar, misalnya ketika menyalip atau menanjak, atau ketika daya baterai mulai menipis.

Dengan mekanisme bergantian ini, pengendara tidak perlu memikirkan kapan harus mengisi ulang baterai karena mobil mengatur sendiri kebutuhan tenaganya sepanjang perjalanan.

Daya Baterai Tetap Terjaga Sampai ke Daerah Pelosok

Menurut Toyota, mobil hybrid mereka juga dibekali baterai berkapasitas besar dengan pengisian yang lebih cepat, sehingga mode berkendara full electric bisa dipakai lebih maksimal untuk menekan penggunaan mesin bensin.

Toyota menyebutkan hal ini membuat jarak tempuh tanpa emisi menjadi lebih jauh, sekaligus menjaga daya baterai tetap optimal sepanjang perjalanan.

Saat dibutuhkan tenaga penuh, seperti ketika menyalip kendaraan lain atau melewati tanjakan, mesin bensin dan motor listrik pada mobil hybrid Toyota bekerja bersama untuk menyalurkan tenaga secara optimal.

Sementara saat melaju dengan kecepatan konstan di jalan tol, kedua komponen tersebut kembali bersinergi menjaga keseimbangan antara tenaga yang dikeluarkan dan pengisian ulang baterai.

Menurut Toyota, mesin bensin berperan lebih besar pada kondisi kecepatan tinggi karena daya baterai cenderung lebih cepat terkuras dalam situasi tersebut.

Mobil hybrid Toyota turut dilengkapi fitur Energy Regenerative Brake System yang mengubah tenaga saat pengereman menjadi energi listrik untuk mengisi ulang daya baterai secara otomatis.

Dengan mekanisme tersebut, Toyota mengklaim daya baterai pada mobil hybrid mereka tetap terjaga sepanjang perjalanan, baik untuk mobilitas harian di perkotaan, perjalanan antar kota, maupun ke wilayah pelosok yang minim fasilitas pengisian daya.

Avriel Parengkuan

Bagikan
Diterbitkan oleh
Avriel Parengkuan
Tag: mobil hybrid Toyota Toyota Hybrid System self-charging system range anxiety