Kategori: News

Politikus Israel Serang Sara Netanyahu, Menudingnya Pecandu Alkohol, Kasar, dan Rasis

SulawesiPos.com – Aktivis antikorupsi sekaligus kandidat Partai Demokrat Israel, Moshe Radman-Abutbul, pada Senin, 24 Agustus 2026, melancarkan serangan verbal keras terhadap Sara Netanyahu dan putranya, Yair Netanyahu, melalui unggahan politik yang mempersoalkan penggunaan dana negara untuk melindungi keluarga Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sementara mantan Kepala Staf Militer Israel Gadi Eisenkot tidak memperoleh pengamanan Shin Bet meskipun menjadi kandidat perdana menteri.

Pernyataan tersebut diberitakan Channel 14 Israel pada 24 Agustus 2026, kemudian dikutip Russia Today Arabic dan Al Shabiba pada 25 Agustus 2026, di tengah meningkatnya perdebatan mengenai keadilan, prioritas, dan transparansi kebijakan pengamanan pejabat Israel.

Radman menyebut Sara sebagai “pecandu alkohol yang kasar dan rasis” serta “terpidana” yang memperoleh perlindungan dengan biaya jutaan shekel setiap tahun, tetapi seluruh penyebutan mengenai alkoholisme, kekerasan, dan rasisme itu merupakan tuduhan politik pribadi yang belum dibuktikan melalui putusan pengadilan.

Ia juga menyerang Yair Netanyahu dengan menyebutnya sebagai pengangguran yang “menebarkan racun” di ruang publik dan menikmati berbagai fasilitas tanpa menanggung sendiri biayanya.

Bahasa kasar tersebut menuai sorotan bukan hanya karena diarahkan kepada keluarga perdana menteri, tetapi juga karena diucapkan oleh Radman yang menempati urutan kesembilan dalam daftar Partai Demokrat untuk pemilihan Knesset ke-26.

Radman sebelumnya dikenal sebagai pengusaha teknologi dan salah satu tokoh utama gerakan protes terhadap perombakan sistem peradilan yang didorong pemerintahan Netanyahu sejak 2023.

Partai Demokrat yang dipimpin Yair Golan menempatkan Radman dalam jajaran kandidat teratas setelah pemilihan pendahuluan digital pada 20 Juli 2026 yang diikuti lebih dari 97.000 anggota atau sekitar 86 persen pemilih terdaftar.

Pengamanan Keluarga Netanyahu Dipersoalkan

Akar polemik ini bukan semata-mata kehidupan pribadi Sara Netanyahu, melainkan keputusan negara memberikan pengamanan jangka panjang kepada keluarga perdana menteri dengan biaya yang ditanggung pembayar pajak Israel.

Komite menteri yang membidangi urusan Shin Bet pada 16 Juli 2026 menyetujui perlindungan bagi Sara hingga akhir hayat suaminya, sedangkan Yair dan Avner Netanyahu mendapatkan perpanjangan pengamanan selama lima tahun setelah masa jabatan ayah mereka berakhir.

Sejumlah media Israel melaporkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah adanya tekanan dari lingkungan keluarga Netanyahu, sementara pejabat profesional sebelumnya menginginkan tingkat pengamanan tetap disesuaikan secara berkala dengan hasil penilaian ancaman.

Kontroversi semakin tajam ketika Shin Bet tidak menempatkan pengawal negara untuk Gadi Eisenkot, mantan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel yang kini memimpin Partai Yashar dan maju sebagai kandidat perdana menteri dalam pemilu 27 Oktober 2026.

Shin Bet menjelaskan bahwa Eisenkot tidak termasuk tokoh yang secara otomatis berhak memperoleh perlindungan unit pengamanan pejabat berdasarkan ketentuan hukum, sehingga partainya menyediakan pengawal swasta untuk kampanye dan pertemuan publik.

Direktur Shin Bet David Zini juga menyatakan bahwa tidak ditemukan informasi intelijen mengenai rencana khusus untuk menyerang Eisenkot, meskipun kubu sang kandidat menilai meningkatnya hasutan politik tetap menimbulkan risiko nyata.

Perdana Menteri Netanyahu kemudian meminta Zini memastikan Eisenkot memperoleh pengamanan yang sesuai kebutuhan, seraya menegaskan bahwa perlindungan terhadap seorang kandidat kepala pemerintahan bukanlah kemewahan.

Radman menilai perbedaan perlakuan itu tidak masuk akal karena Eisenkot merupakan mantan panglima militer, kandidat perdana menteri, dan seorang ayah berduka yang kehilangan putranya, Gal Meir Eisenkot, dalam pertempuran di Gaza pada Desember 2023.

Ia menyimpulkan bahwa Israel menjelang berakhirnya pemerintahan Netanyahu justru menghabiskan energi untuk mempertahankan citra kekuasaan, bukan menjamin penerapan kebijakan pengamanan yang setara dan transparan.

Putusan 2019 Bukan Perkara Suap

Radman mengaitkan sebutan “terpidana” dengan perkara katering kediaman perdana menteri yang berakhir pada Juni 2019, tetapi sejumlah laporan baru keliru menggambarkan kasus tersebut sebagai vonis penerimaan suap.

Pengadilan Magistrat Yerusalem pada 16 Juni 2019 sebenarnya memvonis Sara atas pelanggaran yang lebih ringan berupa mengambil keuntungan dengan sengaja dari kesalahan orang lain setelah ia menyepakati pengakuan bersalah, sedangkan dakwaan awal berupa penipuan dan pelanggaran kepercayaan dicabut.

Perkara itu berkaitan dengan pemesanan makanan siap saji menggunakan dana negara ketika kediaman resmi perdana menteri telah mempekerjakan juru masak, dengan nilai pengeluaran yang dalam dakwaan awal mencapai sekitar 350.000 shekel.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Sara diwajibkan membayar denda 10.000 shekel dan mengganti 45.000 shekel kepada negara, sehingga fakta hukum kasus itu tidak identik dengan tuduhan suap sebagaimana diterjemahkan beberapa media.

Tuduhan mengenai kebiasaan mengonsumsi alkohol juga bukan perkara baru karena mantan pengelola kediaman perdana menteri, Menny Naftali, pernah menyampaikannya dalam persidangan ketenagakerjaan pada Maret 2015.

Naftali mengklaim Sara dapat menghabiskan sekitar tiga botol sampanye sehari, tetapi keluarga Netanyahu membantah keras kesaksian itu sebagai kebohongan dan kampanye pencemaran nama baik untuk memperoleh keuntungan dari negara.

Karena itu, tuduhan Radman mengenai kecanduan alkohol, perilaku kasar, dan rasisme harus tetap diberitakan sebagai pernyataannya, bukan sebagai diagnosis medis atau fakta hukum yang telah diverifikasi.

Perseteruan ini memperlihatkan bagaimana isu keamanan personal, anggaran publik, privilese keluarga penguasa, dan bahasa politik yang merendahkan seseorang dapat melebur menjadi senjata kampanye dalam masyarakat yang sedang mengalami polarisasi mendalam.

Secara demokratis, kritik terhadap penggunaan uang negara dan ketimpangan perlindungan merupakan bagian sah dari pengawasan publik, tetapi serangan terhadap kondisi kesehatan atau karakter pribadi tetap membutuhkan bukti, proporsionalitas, dan kesempatan bagi pihak yang dituduh untuk memberikan tanggapan. (Ali)

Yaslinda Utari

Bagikan
Diterbitkan oleh
Yaslinda Utari
Tag: Israel Benjamin Netanyahu Sara Netanyahu Yair Netanyahu