Categories: News

Gempa NTT Tewaskan 70 Orang, Data Luka Basarnas 132 dan Kemenkes 1.182

SulawesiPos.com – Penanganan gempa bumi Nusa Tenggara Timur hingga Selasa (18/8/2026) sore mencatat 70 orang meninggal dunia setelah gempa M 7,7 mengguncang wilayah dekat Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu (15/8/2026). Pemerintah juga melaporkan perbedaan data korban luka, yakni 132 orang dalam pencatatan Basarnas dan 1.182 orang berdasarkan layanan fasilitas kesehatan yang dihimpun Kementerian Kesehatan.

Pembaruan itu disampaikan dalam konferensi pers pada Selasa (18/6), saat Basarnas dan BNPB memaparkan perkembangan operasi pencarian serta penanganan korban di wilayah terdampak gempa.

“Sampai dengan hari ketiga kemarin, pukul 23.30 WIB, telah kami kompulir, total korban adalah 202 orang, meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang,” kata Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo.

Ia merinci 132 korban luka dalam pendataan Basarnas terdiri atas 40 orang luka berat dan 92 orang luka ringan.

Basarnas menyatakan operasi yang berjalan kini lebih difokuskan pada penyisiran lokasi terdampak karena belum ada lagi laporan warga yang masih hilang.

Data Luka dan Gempa Susulan

Pada saat yang sama, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut jumlah korban luka berdasarkan data Kementerian Kesehatan jauh lebih besar karena dihitung dari warga yang mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan.

“Jumlah korban luka-luka berdasarkan data Kementerian Kesehatan adalah 1.182 orang. Namun, perbedaan data tak perlu dipermasalahkan karena memang dasar perhitungannya yang berbeda,” kata Berton.

Menurut dia, selisih angka itu muncul karena Basarnas mencatat korban luka berdasarkan temuan di lapangan, sedangkan Kementerian Kesehatan menghitung warga yang dirawat atau dilayani fasilitas kesehatan.

BNPB juga melaporkan gempa susulan masih terus terjadi hingga Selasa, pukul 16.00 WIB.

“Per hari ini, 18 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB, kondisi gempa terkini, jumlah gempa susulan sebanyak 2.119 kali. Magnitudo terbesar adalah 6,2 dan terkecil 1,3. (Magnitudo) Di atas 5 ada 24 kali, sedangkan gempa susulan yang dirasakan sebanyak 70 kali,” ujar Berton.

BNPB memperkirakan aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhannya belum terlihat jelas sehingga kondisi itu diproyeksikan baru berangsur stabil dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Tim di lapangan kini juga membantu penguatan layanan kesehatan, terutama di wilayah yang terdampak besar dan sulit dijangkau seperti Kecamatan Lamba Leda di Kabupaten Manggarai Timur.

Gempa utama yang memicu bencana ini sempat menimbulkan tsunami di 10 titik dari Nusa Tenggara Timur hingga Sulawesi Selatan, sementara pusat gempa berada di laut sekitar 38 kilometer timur laut Mbay pada kedalaman 15 kilometer.

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: Basarnas BNPB Gempa NTT gempa susulan NTT Nusa Tenggara Timur