Cek status penerimaanmu melalui DTsen dengan NIK KTP.
SulawesiPos.com – BPNT tahap 3 dengan total Rp600.000 untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 masih disalurkan bertahap pada Agustus 2026, di tengah banyaknya keluarga penerima manfaat yang menunggu dana masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera atau jadwal pencairan lewat kantor pos.
Pemerintah sudah memastikan bansos triwulan III ini berjalan untuk periode Juli-September 2026, sehingga penerima diminta memantau statusnya lewat kanal resmi agar tidak terjebak informasi yang sudah berubah.
Kepastian jadwal awal penyaluran itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf pada Senin, 13 Juli 2026.
Saat itu, ia menyatakan bansos PKH dan BPNT triwulan ketiga mulai dicairkan pada 20 Juli 2026 setelah proses pemutakhiran dan pembersihan data terbaru rampung.
Hingga awal Agustus, penyaluran belum berhenti. Per 6 Agustus 2026, Saifullah Yusuf mengatakan lebih dari 12 juta KPM untuk bantuan sembako atau BPNT sudah tersalurkan, sementara proses distribusi masih terus berjalan di berbagai daerah.
Artinya, pada Selasa, 18 Agustus 2026, status pencairan antarwilayah masih bisa berbeda karena penyaluran memang berlangsung bertahap.
Nominal BPNT tetap Rp200.000 per bulan. Karena alokasi triwulan ketiga mencakup Juli sampai September 2026, maka keluarga penerima manfaat yang mendapat pencairan sekaligus akan menerima Rp600.000 dalam satu tahap salur sesuai mekanisme wilayah masing-masing.
Jalur pencairannya dibagi dua.
Bagi penerima yang memakai rekening KKS, dana disalurkan lewat bank penyalur pemerintah atau Himbara.
Sementara penerima yang tidak memakai rekening bank menerima bantuan melalui mekanisme kantor pos sesuai jadwal dan verifikasi yang ditetapkan di daerah masing-masing.
Penerima tidak disarankan hanya mengandalkan kabar berantai di media sosial.
Pada laman resmi Cek Bansos Kemensos yang terpantau aktif Selasa, 18 Agustus 2026, warga diminta memasukkan NIK 16 digit sesuai KTP dan kode verifikasi atau captcha, lalu menekan tombol Cari Data untuk melihat status bantuan.
Tampilan ini berbeda dari pola lama yang kerap beredar dalam artikel-artikel daur ulang yang masih menyebut pengecekan lewat kombinasi wilayah dan nama.
Karena itu, acuan paling aman tetap halaman resmi yang sedang aktif saat pengecekan dilakukan.
Selain lewat situs, warga juga bisa memantau status bansos melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos atau berkoordinasi dengan pendamping sosial, dinas sosial kabupaten/kota, dan pihak kantor pos bila penyaluran di wilayahnya belum muncul.
Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat tidak membagikan data pribadi seperti NIK, nomor rekening, atau kode rahasia kepada pihak yang tidak berkepentingan.