Categories: News

Wakapolda Aceh Diadang Massa, Polda Masih Data Dampak Ricuh Hari Damai

8 – Peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), diwarnai insiden ketika Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo diadang massa saat hendak menghadiri zikir dan doa bersama, sehingga ia disebut belum sempat mencapai panggung acara.

Berdasarkan pantauan di lokasi dan video yang beredar, rombongan Wakapolda langsung dihadang saat memasuki area masjid, lalu diminta keluar oleh massa yang memadati halaman Masjid Raya Baiturrahman.

Suasana sempat memanas, tetapi tidak terlihat bentrok fisik dalam momen ketika Ari Wahyu Widodo dihalau dari area kegiatan tersebut.

Belum ada penjelasan resmi yang secara spesifik mengonfirmasi momen Wakapolda Aceh diadang massa itu.

Pernyataan resmi yang tersedia hingga Sabtu malam baru disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto terkait dampak kericuhan yang lebih luas dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh.

“Kami masih mendata dampak kejadian tersebut. Jika data dan informasinya ada, nanti kami sampaikan. Kami berharap Aceh tetap aman dan kondusif,” kata Joko Krisdiyanto.

Laporan ANTARA sebelumnya juga mencatat insiden di kawasan masjid berkembang menjadi bentrokan antara massa dan aparat, yang dipicu pengibaran bendera bulan bintang setelah bendera Merah Putih diturunkan dari tiang di halaman masjid.

Peringatan Hari Damai Aceh setiap 15 Agustus digelar untuk menandai penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka, yang menjadi tonggak berakhirnya konflik bersenjata di Aceh.

Kristio D. Reski

Share
Published by
Kristio D. Reski
Tags: Aceh Polisi