Categories: News

Dahlan Iskan Puji Mentan Amran: Cekatan Cari Solusi Masalah Pangan

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendapat pujian dari Dahlan Iskan karena dinilai cekatan dan berorientasi pada solusi dalam merespons berbagai persoalan pangan di masyarakat. Penilaian itu disampaikan dalam program Dismorning di YouTube DI’s Way, Rabu (12/8/2026).

Dalam perbincangan itu, Dahlan menyoroti respons Amran terhadap persoalan yang disampaikan seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Mahasiswa tersebut menyampaikan persoalan tingginya harga beras di daerahnya yang dapat mencapai Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per kilo, terutama ketika distribusi melalui jalur laut terganggu akibat musim angin dan gelombang tinggi.

Dahlan menilai respons Amran dalam persoalan tersebut menjadi salah satu contoh karakter sang menteri yang terbiasa bergerak cepat untuk mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi masyarakat.

“Menteri Amran Sulaiman ini memang cekatan yang harus kita akui. Mungkin dia salah satu menteri yang berhasil lah itu,” ucap Dahlan Iskan.

“Perasaan saya dia menteri yang cekatan dan salah satu yang baik,” lanjutnya.

Menurut Dahlan, respons tersebut terlihat ketika Amran menghadiri kegiatan di Universitas Diponegoro. Dalam kesempatan itu, seorang mahasiswa menyampaikan fakta mengenai kondisi di daerah asalnya, termasuk tingginya harga beras di Alor.

“Harga beras tinggi sekali sampai Rp20.000, R30.000 terutama di musim hujan. Seandainya saya menteri, saya akan melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Dahlan menilai respons cepat Amran bukan sesuatu yang baru. Menurutnya, karakter tersebut memang telah melekat pada diri Amran dalam menangani berbagai persoalan.

“Jadi Pak Menteri Pertanian ini menurut saya sangat responsif tetapi selama ini dia memang dikenal seperti itu. Selama ini dikenal. Jadi bagi saya tidak tidak baru,” tutur Dahlan.

“Beliau memang punya watak seperti itu,” imbuh dia.

Dinilai Punya Karakter Solution Oriented

Dahlan kemudian mengaitkan karakter Amran tersebut dengan latar belakangnya sebagai pengusaha.

Menurutnya, dunia usaha membuat seseorang terbiasa menghadapi persoalan dan mencari jalan keluar dengan cepat.

“Karena latar belakang beliau kan pengusaha. Pengusaha itu biasanya langsung eh solusi oriented begitu. Nah, beliau itu pengusaha di bidang awalnya rasanya di bidang pemberantasan hama,” jelasnya.

Dahlan juga menceritakan pengalaman Amran ketika mengembangkan bisnis di Sulawesi Selatan.

Saat itu, persoalan hama yang dihadapi petani menjadi salah satu masalah yang coba diatasi melalui solusi yang kemudian berkembang menjadi bisnis.

“Produk dia produk unggulan yang membuat dia kaya itu di Sulawesi Selatan sana. Jadi memang waktu itu rakyat atau petani itu mengeluh luar biasa mengenai hama tikus dan dia langsung cari jalan keluar sebagai orang swasta dan itu menjadi bisnisnya dia,” ungkap Dahlan.

Menurut Dahlan, pengalaman tersebut membuat Amran terbiasa memberikan solusi yang dapat membantu masyarakat sekaligus mengembangkan usahanya.

“Jadi di satu pihak membantu petani sangat solusi membantu petani di lain pihak menjadi bisnisnya dia,” katanya.

Solusi Gudang Beras di Alor

Persoalan distribusi menjadi salah satu pembahasan utama dalam kasus harga beras di Alor.

Ketika jalur laut terganggu akibat kondisi cuaca, pasokan beras ke wilayah tersebut dapat terhambat dan berdampak pada harga.

Dahlan menilai pembangunan gudang beras di Alor yang diusulkan Mentan menjadi salah satu solusi yang dapat menjaga ketersediaan stok, terutama untuk menghadapi periode gelombang tinggi.

“Nah, tentu cara yang disampaikan Pak Menteri Pertanian tadi ya solutif misalnya bangun gudang di sana. Jadi ketika lagi laut tenang arus kapal ke sana banyak, transportasi kapal ke sana banyak angkut beras ke sana. Sehingga nanti pada musim gelombang biasanya itu 2 bulan atau 1 bulan setengah itu sudah ada persediaan,” papar Dahlan.

Menurutnya, pembangunan gudang tersebut dapat menjadi langkah antisipasi agar masyarakat tetap memiliki persediaan beras ketika distribusi melalui laut mengalami kendala.

Dahlan juga menilai pembangunan gudang dengan skala yang sesuai kebutuhan dapat dilakukan lebih cepat apabila mendapat dukungan pemerintah.

“Tahun depannya lagi diproses. Tahun depannya berarti 4 tahun baru terbangun. Tapi untuk sekelas gudang yang tidak besar di alor orang seperti Pak Amran bisa bangun. Bangun nanti kita carikan dana,” ujarnya.

Terbiasa Menghadapi Persoalan

Dahlan kembali menyoroti pengalaman Amran sebagai pengusaha yang dinilai membentuk kebiasaannya dalam menghadapi persoalan secara langsung.

“Dia memang bidangnya itu jadi dia sudah tahu. Yang kedua rasanya dia sebagai pengusaha sukses yang sejak kecil perusahaan sejak kecil itu tiap hari dia dihadapkan kepada masalah dan tiap hari dihadapkan kepada jalan keluarnya,” kata Dahlan.

Menurut Dahlan, kebiasaan tersebut membuat Amran terbiasa mengambil langkah cepat ketika menemukan persoalan yang membutuhkan penyelesaian.

“Jadi sudah terbiasa, sudah terbiasa berada dalam persoalan dan menyelesaikan persoalan dan dalam waktu yang singkat,” tutupnya.

Respons Amran terhadap persoalan beras di Alor tersebut dinilai menunjukkan pentingnya penyelesaian masalah berbasis kondisi nyata di lapangan. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa dengan membawa persoalan daerahnya kemudian mendapat perhatian dan diarahkan pada solusi berupa penguatan ketersediaan beras melalui pembangunan gudang.

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: Andi Amran Sulaiman Dahlan Iskan kementerian pertanian Mentan Amran Menteri Pertanian