Kebakaran melalap bagian atas Gedung Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat malam, 7 Agustus 2026. dok/ist
SulawesiPos.com – Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, memasuki tahap pendinginan pada Sabtu dini hari, 8 Agustus 2026, setelah petugas berjibaku sekitar 4,5 jam sejak api dilaporkan muncul pada Jumat malam, 7 Agustus 2026.
Di tengah proses itu, polisi mengungkap dugaan awal api berasal dari lantai 11 yang sedang direnovasi, sementara satu pekerja berhasil dievakuasi dari lantai 15.
Perkembangan ini menandai fase baru penanganan kebakaran di gedung milik Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta tersebut.
Setelah kobaran api melahap area lantai atas, petugas damkar mulai fokus mendinginkan titik-titik rawan agar api tidak kembali membesar dan agar tim penyelidik bisa masuk dengan aman.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan petugas “berhasil mengevakuasi satu orang pekerja” dari lantai 15.
Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan, sementara identitas lengkapnya belum diumumkan secara resmi di lokasi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung mengatakan “dugaan awal titik api mengarah ke salah satu ruangan di lantai 11.”
Informasi awal yang diterima aparat menyebut lantai tersebut sedang dalam proses renovasi, meski jenis pekerjaan dan pemicu pasti kebakaran masih didalami.
Polisi belum menetapkan penyebab kebakaran karena olah tempat kejadian perkara belum bisa dilakukan saat area masih panas dan dipenuhi asap.
Karena itu, Pusat Laboratorium Forensik atau Puslabfor Polri disiapkan untuk turun begitu proses pendinginan dinyatakan cukup aman.
Sejauh ini, polisi telah meminta keterangan awal dari 10 saksi di lapangan untuk menyusun kronologi awal.
Pemeriksaan itu masih bersifat pendahuluan dan akan berkembang setelah penyidik mendapat akses penuh ke area yang terbakar.
Pemadaman yang berlanjut hingga Sabtu dini hari juga membuat akses di Jalan Abdul Muis masih ditutup total dari arah Harmoni maupun Budi Kemuliaan.
Penutupan dilakukan untuk memberi ruang gerak armada damkar, pengamanan polisi, serta mencegah warga mendekat ke area yang masih rawan material jatuh.
Laporan lapangan menyebut kebakaran membakar area lantai 11 hingga 16.
Dengan situasi itu, tahap pendinginan menjadi krusial bukan hanya untuk memastikan api padam, tetapi juga untuk membuka jalan bagi investigasi menyeluruh atas salah satu kebakaran gedung pemerintahan yang paling menyita perhatian di Jakarta Pusat pada awal Agustus 2026.