Categories: News

Iran–Eurasia Mendobrak Dominasi Barat: Tiga Kesepakatan Spektakuler Membuka Era Baru Perdagangan Raksasa

SulawesiPos.com – Iran bersama lima negara anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) mempercepat pembentukan poros perdagangan, keuangan, transportasi, dan teknologi baru melalui pelaksanaan perjanjian perdagangan bebas serta penandatanganan tiga kesepakatan integrasi dalam pertemuan Dewan Antarpemerintah Eurasia di Cholpon-Ata, Kirgizstan, Jumat (7/8/2026), untuk memperluas pasar lintas negara, memperkuat ketahanan ekonomi kawasan, dan mengurangi hambatan transaksi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, sebagaimana laporan Islamic Republic News Agency (IRNA), 7 Agustus 2026.

Menteri Perindustrian, Pertambangan, dan Perdagangan Iran Seyed Mohammad Atabak menyampaikan pesan Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref yang menegaskan tekad Teheran menjadi mitra strategis dan dapat diandalkan bagi EAEU melalui perdagangan bebas, pengembangan koridor transit, kerja sama energi, digitalisasi, serta pembangunan infrastruktur keuangan mandiri.

Pertemuan tersebut diikuti para kepala pemerintahan Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kirgizstan sebagai lima anggota penuh EAEU, sedangkan Iran, Uzbekistan, serta Kuba hadir mewakili negara-negara berstatus pengamat.

Iran menilai EAEU menempati posisi khusus dalam kebijakan luar negeri dan diplomasi ekonominya karena organisasi tersebut menyediakan kerangka kerja regional yang dibangun negara-negara Eurasia tanpa ketergantungan penuh kepada kekuatan di luar kawasan.

Teheran juga memandang konektivitas ekonomi sebagai sarana untuk menjaga produksi, perdagangan, ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan stabilitas sosial ketika peperangan serta ketegangan geopolitik mengancam jalur pengiriman barang dan energi.

Atabak menyatakan serangan terhadap infrastruktur transportasi, industri, energi, kesehatan, dan fasilitas sipil Iran telah menimbulkan konsekuensi yang melampaui wilayah negaranya karena gangguan pada koridor Iran dapat merambat ke rantai pasok regional dan internasional.

Iran karena itu menawarkan diplomasi ekonomi dan integrasi kawasan sebagai salah satu jalan untuk memulihkan keamanan perdagangan, menekan biaya logistik, serta mengurangi kerentanan negara-negara Eurasia terhadap tekanan eksternal.

Tiga Kesepakatan Mengubah Peta Integrasi Eurasia

Lima negara anggota EAEU menandatangani tiga kesepakatan utama mengenai perdagangan elektronik lintas negara, akses timbal balik perusahaan pialang dan dealer ke bursa negara anggota, serta pengakuan bersama sertifikat gelar akademik.

Perjanjian perdagangan elektronik dirancang untuk menghadirkan peraturan yang lebih jelas bagi transaksi digital, melindungi kepentingan penjual dan pembeli, serta memperluas akses masyarakat terhadap barang yang dipasarkan melalui platform daring di seluruh kawasan EAEU.

Perdana Menteri Belarus Alexander Turchin mengatakan aturan perdagangan elektronik yang transparan akan menciptakan lingkungan usaha lebih dapat diprediksi sekaligus menjamin kepentingan sah semua pelaku pasar, sebagaimana dilaporkan Trend News Agency pada 7 Agustus 2026.

Kesepakatan kedua memungkinkan lisensi pialang dan dealer dari satu negara EAEU diakui untuk memperoleh akses ke perdagangan bursa di negara anggota lain dengan persyaratan setara, termasuk dalam transaksi efek dan instrumen derivatif.

Komisi Ekonomi Eurasia menjelaskan bahwa keterbukaan akses tersebut diharapkan mendatangkan likuiditas lintas batas, memperluas sumber pembiayaan bagi perusahaan penerbit efek, meningkatkan investasi, dan menjadi fondasi menuju ruang bursa bersama Eurasia. Komisi Ekonomi Eurasia

Kesepakatan ketiga mengatur pengakuan langsung sertifikat gelar akademik seperti profesor, profesor madya, dosen senior, dan peneliti senior sehingga pemegangnya tidak lagi menjalani proses penyetaraan yang panjang dan mahal ketika bekerja di negara EAEU lainnya.

Perjanjian gelar akademik tersebut baru berlaku setelah diratifikasi seluruh negara anggota, melengkapi pengakuan bersama ijazah pendidikan tinggi yang telah diberlakukan sejak Mei 2024.

Kebijakan itu berpotensi memperbesar mobilitas ilmuwan, akademisi, dan tenaga ahli serta mendorong terbentuknya ruang bersama penelitian, inovasi, industri, dan pasar tenaga kerja berketerampilan tinggi di Eurasia.

Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Maxim Reshetnikov menyebut ketiga kesepakatan tersebut membentuk arsitektur baru kerja sama karena menyatukan pasar digital, memperkuat hubungan antarbursa, dan memperlancar pergerakan tenaga profesional.

Para kepala pemerintahan EAEU juga membahas pembangunan pasar bersama minyak dan produk olahan, digitalisasi koridor transportasi, keamanan pangan, persaingan lintas batas, serta perluasan hubungan ekonomi dengan Iran, Vietnam, Serbia, India, Pakistan, dan sejumlah negara Afrika.

Iran Menawarkan Sistem Keuangan di Luar SWIFT

Iran mendorong bank-bank sentral negara EAEU membentuk komite khusus untuk mempelajari mata uang digital bank sentral atau central bank digital currency (CBDC), membagikan pengalaman teknis, dan merancang mekanisme pembayaran intrakawasan.

Teheran juga mengusulkan pengembangan sistem pengiriman pesan antarbank yang lebih mandiri dan efisien sebagai alternatif SWIFT agar perdagangan Eurasia tidak mudah terganggu oleh pembatasan sepihak, risiko politik, atau terputusnya saluran pembayaran internasional.

Usulan tersebut belum berarti EAEU telah menyepakati satu mata uang digital bersama karena pengoperasian CBDC lintas negara membutuhkan keselarasan regulasi, teknologi, keamanan siber, perlindungan data, kurs, dan kebijakan moneter masing-masing anggota.

Namun, penyatuan infrastruktur pembayaran dapat mempercepat penyelesaian transaksi, menekan penggunaan mata uang perantara, serta mengurangi biaya konversi bagi perusahaan yang berdagang di sepanjang Rusia, Asia Tengah, Kaukasus, dan Iran.

Teheran menawarkan posisi geografisnya sebagai penghubung Koridor Transportasi Internasional Utara–Selatan dan jalur Timur–Barat yang dapat memberikan negara-negara Eurasia akses lebih singkat menuju Teluk Persia, Laut Oman, Samudra Hindia, Asia Selatan, serta pasar global.

Pengembangan koridor tersebut dinilai penting karena integrasi ekonomi tidak cukup hanya dengan menurunkan tarif, tetapi juga memerlukan pelabuhan, rel kereta, jalan raya, perizinan terpadu, pertukaran data bea cukai, asuransi, dan sistem pembayaran yang mampu bekerja lintas batas.

Perdagangan Bebas Membuka Pasar Bernilai Miliaran Dolar

Perjanjian perdagangan bebas penuh antara Iran dan EAEU resmi berlaku pada 15 Mei 2025 setelah menggantikan perjanjian sementara yang diterapkan sejak 2019.

Perjanjian tersebut memberikan akses tarif preferensial terhadap sekitar 90 persen nomenklatur barang, sedangkan rata-rata bea masuk barang EAEU ke pasar Iran diproyeksikan turun dari sekitar 20 persen menjadi 4,5 persen.

Komisi Ekonomi Eurasia memperkirakan nilai perdagangan Iran–EAEU berpotensi mencapai US$12 miliar dalam jangka menengah apabila para pihak mampu mengatasi hambatan teknis, keterbatasan pembayaran, masalah logistik, dan ketidakpastian regulasi.

Iran dan EAEU juga telah menyusun peta jalan kerja sama 2025–2028 untuk mengawasi pelaksanaan perjanjian, menyelesaikan hambatan nontarif, memperluas perdagangan komoditas, dan memperdalam keterhubungan sektor swasta.

Data yang dikutip pejabat EAEU menunjukkan perdagangan dengan Iran bertumbuh sekitar 15,5 persen sepanjang 2025, sementara ekspor negara-negara anggota organisasi itu menuju pasar Iran meningkat lebih dari 20 persen.

EAEU sendiri memiliki tingkat swasembada sekitar 93,5 persen untuk produk pertanian utama, sehingga kerja sama dengan Iran berpotensi memperluas perdagangan biji-bijian, minyak nabati, pupuk, produk petrokimia, hasil pertanian, logam, obat-obatan, dan teknologi industri.

Kendati demikian, keberhasilan poros ekonomi Iran–Eurasia tetap bergantung pada kepastian hukum, ratifikasi perjanjian, interoperabilitas sistem digital, kapasitas transportasi, stabilitas kawasan, serta kemampuan semua pihak memastikan bahwa integrasi memberikan keuntungan yang adil bagi negara besar maupun kecil.

Pertemuan Cholpon-Ata pada akhirnya memperlihatkan bahwa Iran dan EAEU tidak hanya membangun jalur perdagangan alternatif, tetapi sedang merancang ekosistem Eurasia yang menghubungkan pasar digital, ilmu pengetahuan, bursa keuangan, energi, pangan, dan koridor transportasi dalam satu arsitektur ekonomi regional. (Ali)

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: alternatif SWIFT Iran dan EAEU Iran EAEU perdagangan bebas Iran EAEU poros ekonomi Eurasia