Peluncuran buku Bahlil Lahadalia.
SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto menyebut kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sejauh ini memuaskan saat memberi penilaian terhadap jajaran Kabinet Merah Putih, seraya menegaskan rapor itu masih bersifat pertengahan masa kerja karena pemerintahannya masih berjalan hingga 2029, Jumat, 7 Agustus 2026.
Penilaian itu disampaikan Prabowo ketika menanggapi pekerjaan Bahlil yang terus dipantau selama berada di kabinet.
“Saya terus menilai ya pekerjaan beliau, dan saya menilai sampai sekarang beliau harus saya kasih rapor, memuaskan!” kata Prabowo.
Meski memberi nilai positif, Prabowo mengaku bukan tipe pemimpin yang mudah memberi ponten tinggi kepada bawahannya.
Ia lalu berkelakar bahwa angka sempurna bukan sesuatu yang mudah dibagikan dalam sistem penilaian yang ia pakai.
“Dan orang yang bekerja sama saya lama tahu bahwa saya ini termasuk susah kasih nilai. Karena apa? 100 itu milik Yang Maha Kuasa. Ya, kan? 99 itu milik Presiden Republik Indonesia. 98 milik, saya ulangi lah, nanti secara konstitusi saya salah,” canda Prabowo.
Menurut Prabowo, nilai tertinggi bagi para menteri di Kabinet Merah Putih berada di kisaran 91 sampai 92.
“Jadi kalau menteri dapat 88-89, oke gitu. Memuaskan lah, memuaskan. Tapi masih panjang, jadi ini dua tahun. Ini bisa dikatakan semester, mid-semester. Semester ke-4, ya, menjelang ke-4,” katanya.
Prabowo menekankan bahwa evaluasi terhadap para pembantunya belum bersifat akhir.
Ia mengatakan masa kerja kabinet masih cukup panjang untuk memperbaiki capaian di berbagai sektor.
Karena itu, ia meminta para menteri tetap meningkatkan performa pada sisa masa pemerintahan.
“Jadi masih ada waktu untuk memperbaiki. Untuk yang lain-lain, masih ada waktu memperbaiki nilai. Tapi on the whole, kita optimis. Saya optimis. Saya merasa bangga atas prestasi real,” tuturnya.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Prabowo tetap memberi ruang evaluasi lanjutan bagi para menteri, termasuk Bahlil.
Di saat yang sama, rapor memuaskan yang disampaikan kepada Bahlil menandai adanya apresiasi atas kerja yang sejauh ini dinilai positif oleh kepala negara.