Kantor BPJS Kesehatan cabang Makassar. Foto: Adrian/SulawesiPos.com
SulawesiPos.com – Viral seorang pasien BPJS Kesehatan curhat di media sosial harus menunggu ruang rawat inap selama 8 jam, berujung dicibir sejumlah dokter dan tenaga kesehatan (nakes) yang dianggap warganet niremapati.
Sebelumya diberitakan, akun bernama @yurizaltrich mengungkapkan keresahannya harus menunggu begitu lama untuk mendapatkan ruang rawat inap.
“8 jam belum dapat ruangan, gamau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS,” tulisnya.
Curhatan tersebut pun dibanjiri komentar negatif dari sejumlah tenaga kesehatan yang disebut tidak berempati. Pada Jumat (31/7/2026), pemilik akun @yurizaltrich dikabarkan meninggal dunia.
Menanggapi polemik tersebut, BPJS Kesehatan memberikan penjelasan mengenai ketentuan pelayanan rawat inap bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk hak peserta apabila ruang perawatan sesuai kelas tidak tersedia.
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menjelaskan bahwa rumah sakit yang menjadi mitra BPJS Kesehatan memiliki kewajiban memberikan pelayanan sesuai standar pelayanan dan regulasi pemerintah.
Pelayanan tersebut mencakup layanan yang mudah diakses, cepat, setara, serta tanpa diskriminasi kepada seluruh pasien, termasuk peserta JKN.
Di sisi lain, Rizzky menjelaskan bahwa rumah sakit juga memiliki mekanisme pengelolaan tempat tidur yang disesuaikan dengan kapasitas yang tersedia dan kondisi medis pasien.
Meski demikian, peserta JKN tetap berhak memperoleh pelayanan kesehatan sesuai indikasi medis dan hak kelas perawatannya.
“Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional disebutkan, apabila ruang rawat inap sesuai hak peserta tidak tersedia, rumah sakit dapat menempatkan pasien di ruang rawat inap satu tingkat di atas haknya paling lama tiga hari tanpa dikenakan biaya tambahan,” kata Rizzky.
Rizzky menambahkan, apabila seluruh ruang rawat inap di rumah sakit tidak tersedia, fasilitas kesehatan dapat melakukan rujukan ke rumah sakit lain yang setara dan masih memiliki kapasitas layanan rawat inap.
“Untuk meningkatkan kemudahan akses informasi bagi peserta, BPJS Kesehatan juga menyediakan fitur Info Ketersediaan Tempat Tidur pada aplikasi Mobile JKN,” ujarnya.
Melalui fitur tersebut, peserta dapat memantau ketersediaan tempat tidur di berbagai rumah sakit secara mandiri sebelum mengakses layanan kesehatan.
Selain itu, BPJS Kesehatan terus mendorong seluruh rumah sakit mitra agar memperbarui data ketersediaan tempat tidur secara berkala sehingga informasi yang diterima peserta tetap akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.