Categories: News

Kepala BGN Copot 137 Kepala Dapur MBG, Tegaskan Zero Tolerance untuk Keracunan dan Korupsi

SulawesiPos.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mencopot 137 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. Keputusan itu diambil sebagai bentuk sanksi terhadap pelanggaran disiplin, kasus keracunan makanan, hingga dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan.

Sudaryono mengatakan pencopotan dilakukan terhadap kepala SPPG di Jawa Barat, Lampung, Jawa Timur, Sumatra Utara, Banten, dan Jawa Tengah, termasuk dapur MBG di Semarang yang sebelumnya dikaitkan dengan kasus keracunan di SMK Negeri 6 Semarang.

“Saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional telah mencopot 137 Kepala Dapur di seluruh Indonesia, termasuk yang kemarin dapurnya di Semarang yang menimbulkan keracunan di SMK Negeri 6 Semarang,” ujar Sudaryono usai Rapat Pimpinan di Kantor BGN dikutip Selasa (4/8/2026).

Pelanggaran Disiplin hingga Dugaan Penyimpangan

Sudaryono menjelaskan pencopotan tersebut menyasar kepala SPPG yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin maupun memiliki rekam jejak yang bertentangan dengan standar operasional dan integritas pelaksanaan program MBG.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk disiplin organisasi terhadap berbagai pelanggaran yang ditemukan di lapangan, mulai dari kasus keracunan makanan hingga dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.

“Yang jelas kami zero tolerance terhadap keracunan, zero tolerance terhadap tindakan korupsi, hengki pengki, ngentik uang, dan lain-lain itu kita zero tolerance,” tegasnya.

Ia menambahkan, BGN telah menyiapkan mekanisme pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan setiap pelaksanaan program berjalan sesuai aturan.

BGN Siapkan Sistem Pengawasan Digital

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola, BGN saat ini mengembangkan sistem pengawasan berbasis digital yang memungkinkan seluruh proses operasional di dapur MBG dipantau secara sistematis.

Selain memperkuat pengawasan internal, BGN juga berkomitmen meningkatkan transparansi kepada publik melalui penyediaan informasi yang mudah diakses oleh para pemangku kepentingan, termasuk orang tua, sekolah, dan pemerintah daerah.

“Sebagaimana janji saya setelah saya dilantik adalah bagaimana menyediakan informasi yang terbuka kepada pihak-pihak terkait, khususnya orang tua, dinas kesehatan, dinas pendidikan, guru, dan kepala sekolah,” kata Sudaryono.

Melalui sistem tersebut, lanjutnya, masyarakat nantinya dapat mengetahui menu makanan yang disajikan setiap hari, kandungan gizinya, dapur SPPG yang menyiapkan makanan, hingga identitas kepala SPPG serta berbagai keluhan yang masuk sebagai bagian dari evaluasi program Makan Bergizi Gratis.

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: Sudaryono Kepala BGN Program MBG Kepala SPPG