Categories: News

KM Mutiara Sentosa 2 Kapal Eks 1992 Terbakar, 181 Truk Logistik Surabaya-Makassar Terancam Gagal Kirim

SulawesiPos.com – Profil KM Mutiara Sentosa 2 menjadi sorotan setelah kapal penumpang rute Surabaya-Makassar itu terbakar di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu, 2 Agustus 2026.

Selain proses evakuasi penumpang, perhatian publik juga tertuju pada riwayat kapal yang telah beroperasi lebih dari tiga dekade dan berperan sebagai pengangkut penumpang sekaligus logistik antarpulau.

Berdasarkan data pelacakan kapal VesselFinder, KM Mutiara Sentosa 2 merupakan kapal jenis Passenger/Ro-Ro Cargo Ship yang dibangun pada 1992.

Kapal tersebut memiliki panjang sekitar 160 meter dan lebar 25 meter serta sebelumnya pernah beroperasi dengan nama Golden Bird 5 sebelum berganti nama menjadi Mutiara Sentosa II.

Data manifes yang dirilis kepolisian menunjukkan kapal mengangkut 232 penumpang dan 181 kendaraan saat insiden terjadi.

Dari jumlah penumpang tersebut, 219 orang merupakan sopir dan kernet kendaraan barang, sedangkan 13 lainnya adalah penumpang dewasa.

Sementara itu, muatan kendaraan didominasi armada logistik, terdiri atas 103 truk besar, 31 tronton, enam truk sedang, 25 mobil kecil, 15 sepeda motor, serta satu unit alat berat.

Jalur Logistik Penting Surabaya-Makassar

Komposisi muatan tersebut menunjukkan KM Mutiara Sentosa 2 tidak hanya melayani angkutan penumpang, tetapi juga menjadi bagian penting dalam distribusi barang dari Jawa Timur menuju Sulawesi Selatan dan sejumlah wilayah di Indonesia Timur.

Dominasi kendaraan angkutan barang memperlihatkan peran kapal ini sebagai penghubung rantai pasok antarpulau.

Karena itu, insiden kebakaran berpotensi memengaruhi distribusi berbagai komoditas dan material yang selama ini bergantung pada jalur laut Surabaya-Makassar.

Usia Kapal Kembali Jadi Sorotan

Di tengah penyelidikan penyebab kebakaran, usia operasional kapal kembali menjadi perhatian.

Dengan tahun pembangunan 1992, KM Mutiara Sentosa 2 telah beroperasi sekitar 34 tahun dan masih melayani salah satu rute pelayaran yang padat di Indonesia.

Meski demikian, usia kapal tidak serta-merta menjadi penyebab terjadinya insiden.

Kapal niaga maupun kapal penumpang tetap dapat dioperasikan selama memenuhi persyaratan kelaiklautan, menjalani inspeksi berkala, dan memperoleh sertifikat keselamatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Peristiwa ini kembali memunculkan diskusi mengenai pentingnya pengawasan rutin terhadap armada Ro-Ro yang melayani angkutan penumpang dan logistik dalam satu pelayaran.

Jalur Surabaya-Makassar menjadi salah satu lintasan strategis karena menopang mobilitas masyarakat sekaligus distribusi barang ke kawasan timur Indonesia.

Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 dilaporkan terbakar sekitar pukul 09.45 WIB saat berlayar menuju Makassar.

Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi lebih dahulu melakukan penyelamatan terhadap penumpang sebelum armada SAR gabungan tiba dan mengambil alih operasi.

Hingga Senin, 3 Agustus 2026, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang.

Sementara itu, insiden tersebut kembali mengingatkan pentingnya pengawasan keselamatan pelayaran, khususnya terhadap kapal-kapal yang memegang peran vital dalam transportasi penumpang dan distribusi logistik antarpulau.

Kristio D. Reski

Share
Published by
Kristio D. Reski
Tags: Jawa Timur kapal surabaya makassar Kebakaran Kapal KM Mutiara Sentosa 2 Logistik Makassar Rantai Pasok Sumenep Surabaya Surabaya Makassar Tol Laut