Ilustrasi monas (Dok. JawaPos Group)
SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026). Agenda tersebut menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Polda Metro Jaya memperkirakan sekitar 100 ribu peserta akan menghadiri kegiatan tersebut. Massa diprediksi berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Banten, hingga daerah penyangga lainnya.
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono mengatakan, pengamanan dilakukan secara maksimal mengingat kegiatan tersebut merupakan agenda nasional yang dihadiri Presiden bersama sejumlah pejabat negara dan tamu undangan.
“Kegiatan ini akan dihadiri oleh Bapak Presiden Republik Indonesia beserta pejabat negara dan undangan VIP,” kata Dekananto saat apel pengamanan di Monas, Sabtu (1/8/2026).
Dekananto meminta seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan tidak menganggap kegiatan tersebut sebagai agenda rutin. Besarnya jumlah peserta yang hadir menjadi perhatian utama aparat keamanan.
Menurutnya, kehadiran massa dalam jumlah besar berpotensi menimbulkan sejumlah kerawanan yang perlu diantisipasi bersama, baik terkait keamanan peserta maupun kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Monas.
“Tentunya dengan kehadiran massa yang cukup besar akan terdapat beberapa potensi gangguan maupun potensi kerawanan yang harus kita antisipasi bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan skema pengamanan, termasuk pengaturan akses masuk dan keluar kawasan Monas.
Peserta umum diarahkan melalui pintu timur, pintu tenggara, dan Lapangan Ikada. Sementara tamu VIP akan menggunakan akses pintu barat Monas.
“Personel ditempatkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh peserta yang hadir, termasuk kegiatan aktivitas masyarakat secara rutin,” jelas Budi.
Selain pengamanan di area acara, kepolisian juga menyiapkan kantong parkir bagi masyarakat yang menghadiri kegiatan. Sterilisasi lokasi telah dilakukan sebagai bagian dari rangkaian persiapan pengamanan.
Untuk arus lalu lintas di sekitar Monas, polisi menerapkan rekayasa secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
Budi mengatakan pengamanan tidak hanya berfokus pada peserta zikir dan doa kebangsaan, tetapi juga memastikan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan tetap berjalan.
“Yang pertama memberikan akses kepada para peserta yang hadir dalam doa bersama dan zikir di Monas. Yang kedua terhadap seluruh masyarakat yang melaksanakan aktivitas secara rutin, ini juga harus diperhatikan sehingga tidak terganggu dalam melaksanakan aktivitas,” katanya.
Polda Metro Jaya berharap seluruh rangkaian kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.