Categories: News

Gerhana Matahari Total akan Terjadi di Bulan Agustus 2026, Ada Juga Perseid dan Sturgeon Moon

SulawesiPos.com – Bulan Agustus 2026 akan menghadirkan rangkaian fenomena langit yang bisa dinikmati pengamat astronomi, mulai dari hujan meteor Perseid pada 13 Agustus, hujan meteor Kappa Cygnid pada 18 Agustus, purnama Sturgeon Moon pada 28 Agustus, hingga gerhana Matahari total pada tanggal yang sama, meski fenomena terakhir tidak dapat diamati dari Indonesia.

Merujuk kalender astronomi In The Sky, sebagian peristiwa bisa disaksikan langsung dari Indonesia jika cuaca cerah dan lokasi pengamatan minim polusi cahaya.

Fenomena pertama yang patut dicatat adalah hujan meteor Perseid yang mencapai puncak pada Kamis, 13 Agustus 2026 sekitar pukul 09.00 WIB setelah dikonversi ke waktu Indonesia.

Karena puncaknya jatuh pada siang hari, masyarakat di Indonesia disarankan mengamati langit pada malam sebelum atau sesudah tanggal puncak, terutama setelah tengah malam hingga menjelang fajar.

Peristiwa berikutnya ialah hujan meteor Kappa Cygnid yang diperkirakan memuncak pada Selasa, 18 Agustus 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.

Meski jumlah meteor yang terlihat umumnya tidak sebanyak Perseid, fenomena ini tetap menarik karena sesekali dapat memunculkan meteor yang sangat terang atau fireball.

Purnama 28 Agustus dan Gerhana yang Tak Terlihat dari Indonesia

Bulan purnama Sturgeon Moon akan mencapai puncaknya pada Jumat, 28 Agustus 2026 sekitar pukul 14.18 WIB.

Karena fase purnama terjadi pada siang hari, masyarakat Indonesia baru dapat menikmati penampakan bulan purnama itu pada malam harinya setelah Matahari terbenam.

Pada hari yang sama, gerhana Matahari total juga akan terjadi dan menjadi salah satu peristiwa astronomi terbesar sepanjang 2026.

Jalur totalitas gerhana Matahari total disebut melintasi Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, hingga sebagian wilayah Spanyol.

Di luar jalur totalitas, gerhana akan terlihat sebagai gerhana sebagian di sejumlah wilayah Eropa dan Afrika bagian barat beserta kawasan sekitarnya.

Adapun Indonesia tidak dapat menyaksikan gerhana tersebut karena saat peristiwa berlangsung, wilayah ini berada di sisi Bumi yang tidak menghadap Matahari.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati fenomena langit selama Agustus 2026, waktu pengamatan, kondisi cuaca, dan lokasi yang gelap tanpa polusi cahaya menjadi faktor penting agar penampakan lebih optimal.

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: Astronomi Agustus 2026 Fenomena Langit Agustus 2026 Hujan Meteor Kappa Cygnid Hujan Meteor Perseid 2026 Sturgeon Moon 2026