ilustrasi: hobi mendaki gunung kini digemari berbagai kalangan, termasuk kalangan genzy.
SulawesiPos.com – Evakuasi enam mahasiswa Universitas Hasanuddin atau Unhas di Gunung Goa Kalibbong, Kecamatan Minasate’ne, Kabupaten Pangkep, menjadi pengingat bahwa aktivitas mendaki tidak bisa dijalani tanpa persiapan matang. Kasus itu memunculkan sorotan bahwa pendaki pemula harus lebih dulu membekali diri dengan kesiapan fisik, perlengkapan, serta pengetahuan dasar medan sebelum naik gunung.
Abdul Rahman Tahir dari SMC Scout Mountaineering Club menilai pendakian pertama seharusnya diawali dengan persiapan fisik dan mental yang cukup. Menurut dia, pemula perlu melatih stamina melalui olahraga kardio seperti joging, bersepeda, atau berenang setidaknya dua hingga empat pekan sebelum mendaki agar tubuh lebih siap menghadapi tanjakan, cuaca berubah, dan kelelahan di jalur.
Selain fisik, kesiapan mental juga dinilai penting. Pendaki pemula perlu memahami bahwa cuaca gunung dan kondisi medan bisa berubah sewaktu-waktu. Karena itu, pendaki tidak boleh memaksakan diri ketika tubuh mulai drop, kehabisan tenaga, atau menghadapi situasi yang tidak lagi aman untuk diteruskan.
Memilih gunung dan jalur yang sesuai juga menjadi perhatian. Pemula disarankan tidak langsung mengambil rute yang berat atau puncak yang menuntut pengalaman teknis tinggi. Kawasan dengan lintasan lebih bersahabat dan durasi pendakian yang terukur dinilai lebih tepat untuk membangun pengalaman awal sebelum mencoba medan yang lebih menantang.
Pendakian pertama juga tidak disarankan dilakukan sendirian. Pemula sebaiknya bergabung dengan tim yang memiliki pengalaman, komunitas pendaki, atau pemandu yang memahami jalur dan prosedur keselamatan. Langkah ini dinilai penting agar keputusan di lapangan tidak diambil secara spekulatif ketika muncul kendala.
Abdul Rahman juga menekankan pentingnya perlengkapan yang sesuai. Sepatu trekking dengan grip baik menjadi perlengkapan utama karena berpengaruh langsung pada pijakan, terutama saat jalur licin atau menurun. Pakaian pun sebaiknya memakai sistem berlapis atau layering, mulai dari bahan yang menyerap keringat, jaket hangat, hingga pelindung angin atau hujan.
Tas carrier dengan penyangga punggung yang baik juga diperlukan agar beban tidak menumpuk di satu titik. Barang-barang penting seperti telepon genggam, kamera, dan perlengkapan elektronik lain sebaiknya disimpan dalam dry bag atau kantong pelindung agar tetap aman saat kabut turun, udara lembap, atau hujan mengguyur jalur pendakian.
Soal logistik, pendaki pemula diminta tidak meremehkan kebutuhan air minum dan asupan energi. Persediaan air harus dihitung cermat dan tetap dibawa lebih dari perkiraan awal. Sementara itu, makanan praktis berkalori tinggi seperti cokelat, madu, kurma, atau gula merah bisa menjadi cadangan energi selama perjalanan.
Selain kesiapan pribadi, etika pendakian juga disebut menjadi bagian penting dari aktivitas di gunung. Pendaki diminta membawa turun seluruh sampahnya sendiri dan tidak meninggalkan sisa logistik di jalur atau area perkemahan. Sikap sopan terhadap pendaki lain dan masyarakat sekitar kaki gunung juga dinilai penting untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, dan penghormatan terhadap kawasan yang didatangi.
Kasus evakuasi enam mahasiswa Unhas di Gunung Goa Kalibbong itu kini menjadi pengingat bahwa pendakian bukan hanya soal mencapai puncak, tetapi juga soal kemampuan membaca batas diri, mempersiapkan perjalanan, dan meminimalkan risiko sejak sebelum berangkat.