Ilustrasi stok beras di gudang Bulog Makassar saat ancaman El Nino 2026 disorot, dengan persediaan pangan digambarkan tetap aman.
SulawesiPos.com – Perum Bulog Makassar mengklaim stok beras yang tersimpan di gudang-gudang mereka masih aman menghadapi dampak El Nino 2026, dengan cadangan mencapai sekitar 86 ribu ton yang disebut cukup hingga tahun depan. Kepastian itu disampaikan saat kekhawatiran soal musim kering berkepanjangan mulai memicu perhatian terhadap pasokan pangan, terutama di wilayah Makassar dan sekitarnya.
Cadangan beras tersebut tersebar di gudang Bulog yang berada di Makassar, Maros, Gowa, Takalar, dan Pangkep.
Pemimpin Bulog Kantor Cabang Makassar Faris Sudirman AR mengatakan jumlah itu dinilai masih sangat memadai untuk menjaga ketersediaan beras di tengah ancaman El Nino.
“Stok kita masih sangat aman menghadapi El Nino sebesar 86.000 ton beras yang tersebar di gudang-gudang Makassar, Maros, Gowa, Takalar, dan Pangkep. Bahkan jumlah ini bisa mencukupi kebutuhan hingga tahun depan,” katanya.
Bulog juga menilai langkah antisipasi yang dijalankan pemerintah pusat ikut menopang ketahanan stok, mulai dari bantuan pompa air bagi petani hingga penggunaan bibit unggul.
Faris menyebut realisasi penyerapan gabah petani sampai saat ini telah mencapai sekitar 113 ribu ton, atau sekitar 84 persen dari target tahun berjalan.
Capaian itu disebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya dan dinilai menunjukkan kebijakan penyerapan hasil panen masih berjalan efektif meski diwarnai kekhawatiran dampak cuaca.
“Kami optimistis target penyerapan tahun ini akan terlampaui seiring masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah,” ujarnya.
Ia mengakui saat ini terdapat masa peralihan menuju musim panen kedua 2026 yang memengaruhi aktivitas penyerapan gabah di lapangan.
Namun, menurut Bulog, kondisi tersebut belum memberi dampak signifikan terhadap ketersediaan beras untuk masyarakat.
Di sisi lain, Bulog mencatat kenaikan harga gabah kering di awal panen hingga sekitar Rp7.200 per kilogram di sejumlah daerah seperti Gowa, Takalar, dan Maros.
Kenaikan itu disebut lebih banyak terjadi pada beras premium yang biasa dikonsumsi masyarakat menengah ke atas.
Sementara itu, pasokan beras medium, termasuk beras SPHP, diklaim masih tersedia dan terus disalurkan ke pasar.
Untuk menjaga stabilitas harga, Bulog bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan juga menggelar Gerakan Pangan Murah di sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Terong di Makassar.
Dalam kegiatan itu, Bulog menyalurkan beras SPHP, beras premium, dan Minyakita melalui jaringan mitra serta distributor yang telah ditunjuk.