Riwayat Kesehatan Nanik S Deyang: Sempat Izin Sakit saat RDP, Hanya 6 Pekan Pimpin BGN karena Sakit Jantung
SulawesiPos.com – Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang membantah kabar liar soal pengunduran dirinya pada Kamis, 23 Juli 2026, dengan menegaskan ia sedang menjalani pengobatan sakit jantung di luar negeri dan menyebut Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebagai sosok yang paling mengetahui alasan mundurnya selain faktor kesehatan.
Nanik mengaku heran karena sehari sebelumnya muncul sejumlah pemberitaan yang menurut dia tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Sehari kemarin kok berita berkembang demikian liar, saya hitung (yang ketemu) ada 3 media mainstream yang ngarang berita,” ujar Nanik lewat akun Facebooknya, Kamis (23/7/2026).
Ia mengatakan sebelum berangkat untuk second opinion di luar negeri, dirinya sudah lebih dulu dirawat lebih dari sepekan di rumah sakit di Jakarta.
“Jadi sebelum saya melakukan second opinion di negeri orang, saya sudah dirawat di sebuah RS di Jakarta selama satu minggu lebih,” ujarnya.
Nanik menjelaskan selama perawatan itu ia menjalani CT scan jantung dan katerisasi sebelum dokter menyimpulkan ada penyumbatan pada 12 Juli 2026.
Setelah mendapat hasil tersebut, ia mengaku langsung menyampaikan pengunduran dirinya kepada Dasco dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Nanik mengatakan alasan pengunduran dirinya tidak hanya berkaitan dengan sakit, tetapi ia tidak menjelaskan rinciannya ke publik.
Ia justru menegaskan orang yang paling memahami alasan itu adalah Dasco karena selama ini menjadi tempatnya berkonsultasi mengenai banyak kebijakan di BGN.
“Saya langsung pamit mundur sebagai Kepala BGN ke Bang Dasco ( Wakil Ketua DPR) dan Mas Prasetyo Hadi (Mensesneg),” ujarnya.
“Curhat saya berhalaman-halaman ke mereka jadi kalau mau tau mengapa saya mundur dari BGN selain karena sakit, yang paling tau penyebabnya di dunia ini ya Bang Dasco.”
Nanik menyebut Dasco termasuk sedikit pejabat yang, menurut dia, tidak pernah menanyakan soal dapur SPPG karena memang tidak memiliki SPPG.
Ia juga mengaku sejumlah kebijakan yang ia sebut radikal di BGN, mulai dari moratorium SPPG, refocusing, hingga penutupan SPPG, selalu lebih dulu dikonsultasikan kepada Dasco.
“Bahkan semua kebijakan ‘radikal’ yang saya ambil di BGN berkait moratorium SPPG, refocusing , penutupan SPPG dll pasti saya konsultasikan ke Bang Dasco.”
Saat Nanik pamit mundur pada 12 Juli 2026, ia mengatakan Dasco memintanya lebih dulu fokus pada penyembuhan.
“Saat saya pamit mundur tanggal 12 Juli itu, Bang Dasco bilang,’sudah nanti saja dibahas, Mbak konsentrasi dulu pada penyembuhan. Kesehatan itu lebih penting dari apapun. jawab beliau’,” ujar Nanik.