Categories: News

Mentan Amran Kunci Keran Impor Susu saat Brebes Bangun Peternakan Raksasa 30 Ribu Sapi

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan membuka keran impor susu selama peternak dalam negeri masih mampu memenuhi kebutuhan produksi.

Pernyataan itu disampaikan saat peletakan batu pertama peternakan sapi perah terpadu PT Global Dairi Bersama di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Senin, 20 Juli 2026.

Proyek di Brebes itu dibangun di atas lahan 710 hektare dengan kapasitas hingga 30 ribu ekor sapi perah.

Kawasan peternakan modern tersebut ditargetkan memproduksi 180 ribu ton susu segar per tahun atau sekitar 18 persen dari total produksi susu segar nasional, sekaligus menjadi salah satu tumpuan percepatan swasembada susu.

Amran mengatakan pemerintah sedang mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat produksi dalam negeri dan menekan ketergantungan impor.

Menurut dia, susu kini menjadi komoditas strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan gizi masyarakat dan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.

“Dulu (pemerintahan) Presiden Soeharto, impor susu hanya 40 persen. Setelah era pasar bebas, impor terus meningkat hingga sekarang mencapai sekitar 82 persen. Karena itu Bapak Presiden Prabowo mengeluarkan kebijakan bahwa selama peternak mampu menghasilkan susu, kita tidak akan impor,” kata Amran.

Ia menjelaskan kebutuhan susu nasional diperkirakan terus naik dan pada 2029 diproyeksikan mencapai sekitar 8,5 juta ton.

Sementara pada 2025 Indonesia masih mengalami defisit susu sekitar 6,72 juta ton atau 81,28 persen dari total kebutuhan, sehingga celah produksi itu dinilai harus dijawab lewat investasi, pengembangan peternakan modern, dan penguatan peternak rakyat.

Brebes Disiapkan Jadi Pengungkit Produksi Susu

Amran menilai proyek Brebes menjadi contoh bagaimana investasi besar bisa dikaitkan langsung dengan penguatan ekosistem peternakan nasional.

Pemerintah, kata dia, ingin membangun rantai industri persusuan yang utuh, mulai dari bibit unggul, pakan, layanan kesehatan hewan, teknologi budidaya, pengolahan hasil, hingga kepastian pasar bagi peternak.

CEO Savoria Group yang menaungi PT Global Dairi Bersama, Ihsan Mulia Putri, mengatakan proyek itu juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi pedesaan.

Sekitar 5.000 petani lokal disebut akan dilibatkan sebagai mitra penyedia hijauan pakan ternak dan jagung pipil, sedangkan sekitar 8.000 peternak rakyat disiapkan untuk bermitra dalam pengembangan sapi perah maupun usaha penggemukan.

“Pembangunan peternakan terpadu PT Global Dairi Bersama di Brebes merupakan perwujudan komitmen kami untuk mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada susu nasional. Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekosistem industri susu yang mandiri, kompetitif, sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif di wilayah pedesaan,” ujarnya.

Dengan kapasitas 30 ribu ekor sapi perah dan target produksi 180 ribu ton susu segar per tahun, pemerintah menempatkan Brebes sebagai salah satu proyek strategis untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan susu dari produksi dalam negeri.

Fokusnya bukan hanya menambah volume produksi nasional, tetapi juga memperbesar peran petani dan peternak lokal dalam rantai pasok susu Indonesia.

Kristio D. Reski

Share
Published by
Kristio D. Reski
Tags: Andi Amran Sulaiman berita hari ini Brebes Investasi Jawa Tengah kementerian pertanian Mentan Amran Prabowo Subianto sapi perah