Categories: News

Jepang Ciptakan “Kulkas Manusia”, Terobosan Pendingin Pekerja di Tengah Ancaman Panas Ekstrem

SulawesiPos.com – Perusahaan peralatan industri Jepang TRUSCO Nakayama mulai memasarkan Do Hiemon Box pada 1 April 2026. Kabin pendingin portabel ini hanya menampung satu orang. Suhu ruangnya dipertahankan sekitar 15 derajat Celsius. Udara sedingin 5 derajat Celsius diarahkan ke tubuh untuk membantu pekerja menurunkan panas dalam waktu singkat. Perangkat yang populer disebut “kulkas manusia” itu ditujukan bagi pekerja di lokasi konstruksi, pabrik, gudang, dan kegiatan luar ruang yang menghadapi risiko sengatan panas. Informasi tersebut dilaporkan Gadget Review melalui artikel Annemarije de Boer pada 20 Juli 2026, sedangkan spesifikasi produknya mengacu pada keterangan resmi TRUSCO Nakayama.

Do Hiemon Box dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi pendinginan dari industri mesin penjual otomatis dan perangkat refrigerasi, lalu dirancang sebagai tempat istirahat singkat bagi orang yang bekerja dalam lingkungan bersuhu tinggi.

Pengguna masuk ke dalam kabin, duduk pada kursi yang tersedia, kemudian menerima embusan udara dingin terutama pada kepala, leher, bahu, dan punggung agar sensasi sejuk dapat dirasakan tanpa harus mendinginkan seluruh ruangan.

TRUSCO menyatakan kombinasi suhu kabin sekitar 15 derajat Celsius dan udara minimum sekitar 5 derajat Celsius memungkinkan tubuh mendingin secara efisien selama jeda kerja di tengah cuaca sangat panas.

Perangkat tersebut memiliki tiga tingkat pengaturan suhu dan aliran udara serta sistem penghentian otomatis setelah 20 menit untuk mengurangi risiko tubuh mengalami pendinginan berlebihan.

Pendinginan Terarah dengan Konsumsi Energi Lebih Rendah

Berbeda dengan pendingin ruangan yang harus menurunkan suhu seluruh bangunan, Do Hiemon Box bekerja sebagai ruang mikro yang hanya mendinginkan satu pengguna pada saat dibutuhkan.

Produsen mencatat konsumsi listriknya sekitar 0,51 kilowatt-jam pada suhu lingkungan 35 derajat Celsius dengan biaya operasi sekitar 15,8 hingga 16 yen per jam.

Biaya tersebut diklaim sekitar 48 persen lebih rendah dibandingkan biaya penggunaan pendingin udara portabel tertentu yang berkisar antara 30 dan 38 yen per jam, meskipun besar penghematan sebenarnya dapat berbeda menurut tarif listrik dan kondisi pemakaian.

Kabin ini menggunakan sumber listrik 100 volt, tidak memerlukan pekerjaan instalasi khusus, dilengkapi roda dan penahan roda, serta memiliki tingkat ketahanan air setara IPX3 untuk mendukung penggunaan di dalam ataupun luar bangunan.

Unit berbobot sekitar 293 kilogram itu memiliki kapasitas satu orang, daya tahan beban hingga 150 kilogram, dan dipasarkan dengan harga resmi 1,5 juta yen sebelum pajak atau sekitar 9.300 dolar Amerika Serikat berdasarkan nilai tukar yang digunakan media pada saat publikasi.

Produsen merekomendasikan pengoperasian perangkat pada suhu lingkungan sekitar 20 hingga 35 derajat Celsius, sehingga klaim bahwa alat dapat digunakan secara optimal hingga suhu 40 derajat Celsius perlu diperlakukan secara hati-hati apabila belum didukung spesifikasi resmi terbaru.

Jepang Menghadapi Era “Hari Panas Kejam”

Peluncuran kabin tersebut berlangsung ketika Badan Meteorologi Jepang memperkenalkan istilah kokushobi, yang berarti hari dengan panas sangat keras, untuk menggambarkan suhu maksimum 40 derajat Celsius atau lebih mulai musim panas 2026.

Pengenalan istilah baru itu memperlihatkan bahwa suhu 40 derajat Celsius yang dahulu dipandang sebagai kejadian langka mulai dianggap sebagai risiko cuaca yang perlu dikomunikasikan secara khusus kepada masyarakat.

Japan Weather Association sebelumnya memperkirakan suhu rata-rata di seluruh Jepang selama Juni hingga Agustus 2026 cenderung lebih tinggi daripada kondisi normal, terutama setelah berakhirnya musim hujan.

Kenaikan suhu tersebut meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, sengatan panas, penurunan konsentrasi, kecelakaan kerja, serta gangguan kesehatan serius pada pekerja luar ruang, lanjut usia, anak-anak, dan orang dengan penyakit tertentu.

Pemerintah Jepang juga telah memperketat tanggung jawab perusahaan dalam mencegah sengatan panas melalui perubahan aturan keselamatan dan kesehatan kerja yang mulai berlaku pada Juni 2025.

Aturan itu mendorong perusahaan membangun sistem pelaporan gejala, prosedur pertolongan, waktu istirahat, akses air minum, tempat berteduh, serta mekanisme membawa korban ke fasilitas kesehatan sebelum kondisinya memburuk.

Bukan Pengganti Pertolongan Medis

Meskipun media menyebut pengguna dapat merasakan kesejukan dalam sekitar lima menit, belum tersedia publikasi uji klinis independen berskala besar yang membuktikan bahwa Do Hiemon Box mampu menyembuhkan sengatan panas atau secara konsisten menurunkan suhu inti tubuh dalam jangka waktu tertentu.

Karena itu, kabin tersebut lebih tepat dipahami sebagai sarana pencegahan dan pendinginan sementara, bukan pengganti pemeriksaan medis bagi orang yang mengalami kebingungan, pingsan, kejang, kulit sangat panas, muntah, atau penurunan kesadaran.

Orang yang diduga mengalami sengatan panas tetap harus segera dipindahkan ke tempat sejuk, dilonggarkan pakaiannya, didinginkan dengan cara aman, dan memperoleh bantuan medis darurat secepat mungkin.

Keterbatasan lain terletak pada kapasitasnya yang hanya satu orang, sehingga satu unit berpotensi menimbulkan antrean apabila digunakan pada lokasi kerja besar dengan banyak pekerja yang terpapar panas secara bersamaan.

Perusahaan juga tidak dapat menggantungkan keselamatan pekerja hanya kepada kabin pendingin karena perlindungan yang efektif harus mencakup penjadwalan ulang pekerjaan, pemantauan indeks panas, hidrasi, aklimatisasi, pakaian pelindung, penambahan waktu istirahat, dan penghentian aktivitas ketika kondisi menjadi berbahaya.

Do Hiemon Box pada akhirnya menunjukkan perubahan penting dalam rekayasa lingkungan, yakni bahwa menghadapi panas ekstrem tidak selalu harus dilakukan dengan mendinginkan seluruh gedung, tetapi dapat pula melalui ruang pendingin kecil yang ditempatkan secara tepat pada lokasi dan waktu ketika manusia paling membutuhkannya. (Ali)

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: Do Hiemon Box inovasi jepang Jepang kabin pendingin portabel kulkas manusia