Direktur Operasional Basarnas Pusat, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, didampingi Kepala Kantor Basarnas Makassar Muh. Arif Anwar, dan Bupati Selayar Natsir Ali, memberi keterangan pers di posko SAR Selayar
SulawesiPos.com – Operasi pencarian korban penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, terus diperluas pada Senin, 20 Juli 2026. Memasuki hari keenam operasi setelah kapal itu dilaporkan tenggelam pada Rabu, 15 Juli 2026, Basarnas membagi area pencarian menjadi lima sektor dengan cakupan sekitar 1.980 nautical mile.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan perluasan pencarian dilakukan setelah tim membaca pergerakan korban yang cenderung hanyut ke arah barat daya menuju wilayah Kepulauan Nusa Tenggara.
Menurut Yudhi, hingga laporan terakhir jumlah penumpang yang sudah terkonfirmasi melalui keluarga di posko sebanyak 78 orang. Dari jumlah itu, 59 orang ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia, dan 18 korban lainnya masih dalam upaya pencarian.
Basarnas juga mencatat tambahan dua korban selamat pada hari kelima operasi. Sebelumnya, lima korban telah lebih dulu dievakuasi dalam kondisi hidup.
Yudhi menyebut operasi SAR kali ini mendapat dukungan lintas instansi sejak awal. Unsur yang dikerahkan antara lain KRI Marlin, KRI Hiu, patroli maritim menggunakan pesawat Boeing 737-200, helikopter Caracal, KN Kamajaya dari Basarnas Makassar, KN Pacitan dari Basarnas Kendari, serta Kuntadewa dari Basarnas Maumere.
Ia mengatakan Basarnas juga telah berkoordinasi dengan Koarmada VI Makassar, Lanud Hasanuddin, dan Lanal Selayar untuk memperkuat pencarian di lapangan.
Perluasan area pencarian dilakukan karena analisis tim menunjukkan kemungkinan korban bergeser dari wilayah awal pencarian. Yudhi menyebut sampai hari ini area pencarian telah ditingkatkan dari empat sektor menjadi lima sektor.
Ia menegaskan arah pencarian akan terus menyesuaikan kondisi lapangan dan temuan terbaru dari unsur SAR, termasuk dukungan nelayan dan potensi SAR lain yang ikut membantu penyisiran.
Basarnas juga menyiapkan dukungan lanjutan dari Kantor SAR Mataram dan Denpasar jika pergerakan korban mengarah lebih jauh ke wilayah Nusa Tenggara. Yudhi menyebut saat ini kedua kantor itu masih disiagakan dan akan digerakkan bila dibutuhkan.