Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang menerima penghargaan IPSEA 2026 di Bali.
SulawesiPos.com – Provinsi Kalimantan Utara memborong dua penghargaan dalam ajang Indonesia Public Service Excellence Award (IPSEA) 2026 di Platinum Hotel Jimbaran Beach, Bali, Jumat, 17 Juli 2026 malam. Penghargaan itu diberikan atas capaian pembangunan infrastruktur perbatasan, pertumbuhan ekonomi strategis, dan penguatan layanan publik inklusif di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Salah satu penghargaan diberikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara pada kategori “Excellence in Borderland Infrastructure Development, Strategic Economic Growth, and Public Service Inclusivity”. Pada saat yang sama, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menerima penghargaan personal “The Supreme Leader Excellence in Borderland Infrastructure Development and Strategic Economic Growth”.
Pengakuan nasional itu datang di tengah sorotan terhadap percepatan pembangunan di Kaltara, terutama di kawasan perbatasan sepanjang lebih dari 1.000 kilometer. Wilayah ini selama bertahun-tahun identik dengan tantangan konektivitas, keterbatasan layanan dasar, hingga kesenjangan akses telekomunikasi.
Namun, Zainal menegaskan dua trofi tersebut bukan untuk dirinya semata. Ia menyebut penghargaan itu sebagai hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemprov Kaltara dan masyarakat yang ikut menopang pembangunan di beranda negara.
“Prestasi tinggi ini mutlak bukan milik saya pribadi, melainkan buah dari sinergi kolektif dan kerja keras tanpa lelah seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh rakyat Kalimantan Utara, sebagai motor penggerak dan suntikan energi baru bagi kami agar kian masif membangun daerah,” tegas Gubernur Zainal usai menerima penghargaan.
Dalam penilaian IPSEA 2026, Kaltara dinilai menonjol melalui kombinasi pembangunan fisik, strategi ekonomi, dan pendekatan pelayanan publik yang inklusif. Fokus itu dianggap relevan dengan karakter Kaltara sebagai provinsi perbatasan yang membutuhkan percepatan pembangunan sekaligus pemerataan manfaatnya bagi warga.
Ajang IPSEA 2026 sendiri mengusung tema “Transformasi Digital, Pelayanan Humanis Menuju Birokrasi yang Inklusif”. Tema ini menempatkan digitalisasi layanan publik sebagai salah satu ukuran penting, termasuk bagaimana teknologi dipakai untuk mengurangi hambatan geografis di daerah terpencil.
Dalam konteks itu, upaya memperluas akses sinyal telekomunikasi dan internet di Kaltara ikut menjadi perhatian. Langkah untuk mengurangi blank spot hingga menjangkau puluhan desa di wilayah garis depan dinilai sebagai bagian dari transformasi layanan yang berdampak langsung pada masyarakat.
Seven Media Asia selaku penyelenggara menegaskan penghargaan IPSEA diberikan kepada kepala daerah, instansi, dan tokoh publik yang dinilai memiliki legacy kuat dalam inovasi pelayanan. Penilaian tidak hanya menyoroti gagasan, tetapi juga kemampuan mengubah kebijakan pembangunan menjadi manfaat yang terasa di tingkat masyarakat.
Bagi Kaltara, pengakuan ini mempertegas posisi provinsi termuda di Indonesia itu dalam peta pembangunan kawasan perbatasan nasional. Penghargaan tersebut juga menjadi penanda bahwa kerja pembangunan di wilayah terdepan tidak lagi hanya dibaca dari sisi geografis, tetapi dari sejauh mana negara hadir lewat infrastruktur, ekonomi, dan layanan publik yang lebih merata.