Komedian Temon.
SulawesiPos.com – Komedian Simson Rarameha Ngadang atau Temon meninggal dunia akibat serangan jantung pada Minggu pagi, 12 Juli 2026, setelah sebelumnya diketahui memiliki riwayat hipertensi, sementara keluarga mengungkap sang komedian termasuk sosok yang jarang mengeluhkan kondisi kesehatannya.
Kabar duka itu meninggalkan pukulan bagi keluarga yang selama ini mengenal Temon sebagai pribadi kuat.
Putri kelimanya, Rambu, mengatakan ayahnya lebih sering menahan rasa sakit daripada mengungkapkannya secara terbuka.
Menurut dia, informasi soal kondisi kesehatan Temon lebih sering diterima lewat pembaruan dari saudara yang lain.
“Kadang sih dengernya ditahan sih. Jadi yang sering ngurus Papa kan ada kakak sama abang kan. Jadi saya kurang tahu detailnya kayak gimana, cuma sering dikabarin update-annya saja gimana, terus sering nanya kabar gitu. Kalau ngeluh ke saya sih enggak. Kayak di depan saya kayak ya sudah kuat gitu,” kata Rambu di rumah duka kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Rambu menambahkan bahwa memendam rasa sakit memang sudah menjadi kebiasaan Temon.
Ia menyebut sang ayah hampir tidak pernah mengeluh meski sedang mengalami gangguan kesehatan.
“Enggak, Papa tuh enggak pernah ngeluh kalau sakit. Sering dipendam,” tuturnya.
Dalam penjelasan medis, hipertensi atau tekanan darah tinggi memang dikenal sebagai salah satu faktor utama yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung.
Kondisi ini kerap disebut sebagai `silent killer` karena sering berlangsung tanpa gejala yang jelas hingga memicu gangguan yang lebih berat.
Serangan jantung sendiri terjadi ketika aliran darah ke otot jantung berkurang atau tersumbat secara drastis.
Jika hipertensi tidak terkontrol, dampaknya tidak hanya membebani jantung, tetapi juga bisa mengganggu organ penting lain seperti otak dan ginjal.
Karena itu, pengendalian tekanan darah dan pemeriksaan rutin menjadi bagian penting untuk menekan risiko komplikasi serius.