Categories: News

Drone Israel Jatuhkan Bom Pembakar di Lebanon Selatan, Kebakaran Hutan Meluas di Tengah Pelanggaran Gencatan Senjata

SulawesiPos.com – Sebuah pesawat nirawak (drone) militer Israel menjatuhkan bom dan bahan pembakar di kawasan perbukitan Kfar Reman (Kafr Rumman), Distrik Nabatieh, Lebanon selatan, pada Jumat (10/7/2026), memicu kebakaran hebat yang menghanguskan sebagian kawasan hutan pinus di Cagar Syuhada Kfar Reman, sementara serangan udara dan aktivitas militer Israel juga dilaporkan melukai sejumlah warga di Shebaa dan Choukine serta memperluas operasi di berbagai wilayah perbatasan, di tengah terus berulangnya pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

Menurut koresponden RT di Lebanon, drone Israel menjatuhkan bom pembakar di kawasan perbukitan Kfar Reman hanya beberapa jam setelah serangkaian serangan udara dan tembakan artileri menghantam sejumlah wilayah di Lebanon selatan.

Serangan tersebut menyebabkan api dengan cepat menjalar ke kawasan Cagar Syuhada Kfar Reman yang memiliki sekitar 8.500 pohon pinus, sehingga menghanguskan area hutan yang luas.

Badan Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan mobil-mobil pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau lokasi kebakaran karena kondisi keamanan yang sangat berbahaya akibat aktivitas militer yang masih berlangsung.

Pada waktu yang hampir bersamaan, sumber-sumber lapangan melaporkan pergerakan kendaraan lapis baja Israel dari kawasan Kfar Tebnit menuju Bukit Ali al-Taher, salah satu titik strategis yang mengawasi Kota Nabatieh dan wilayah sekitarnya.

Pergerakan tersebut mendapat perlindungan tembakan artileri berat disertai dukungan helikopter tempur Apache yang menembakkan rentetan peluru ke sekitar bukit.

Pasukan Israel juga dilaporkan memperluas operasi penyisiran menggunakan senapan mesin berat di sekitar Khiam, Beit al-Sayyad, Markaba, Haddatha, Zawtar, dan sejumlah desa lainnya di Lebanon selatan.

Korban Bertambah dan Drone Terbang Rendah di Beirut

Kantor Berita Yordania (Petra), mengutip sumber keamanan Lebanon, menyatakan sedikitnya beberapa orang mengalami luka-luka akibat dua serangan drone Israel yang menghantam Kota Shebaa dan Choukine.

Sumber tersebut juga melaporkan drone-drone Israel terbang dalam intensitas tinggi pada ketinggian rendah di atas Beirut, wilayah pinggiran selatan ibu kota, serta kawasan sekitarnya.

Di Distrik Tyre, sejumlah drone Israel dilaporkan menjatuhkan granat kejut di beberapa permukiman sebagai bagian dari operasi militer yang terus berlangsung.

Sementara itu, tentara Israel disebut masih melakukan penghancuran bangunan secara luas di Khiam dan Deir Siryan, Distrik Marjeyoun.

Beberapa rumah di Kota Qantara juga dilaporkan dibakar selama operasi darat berlangsung.

Media-media Lebanon menyebut seluruh rangkaian operasi tersebut berlangsung ketika Pemerintah Lebanon tetap berupaya mempertahankan jalur diplomasi dan negosiasi guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berulang

Rangkaian serangan terbaru kembali memperlihatkan rapuhnya situasi keamanan di sepanjang perbatasan Israel–Lebanon meskipun berbagai upaya diplomatik internasional masih terus dilakukan.

Kesepakatan penghentian permusuhan yang dimediasi komunitas internasional dimaksudkan untuk mengurangi bentrokan lintas perbatasan setelah konflik besar yang meningkat sejak Oktober 2023, namun pelanggaran masih berulang dalam bentuk serangan udara, artileri, operasi drone, maupun aktivitas militer darat.

Wilayah Nabatieh, Marjeyoun, Tyre, dan desa-desa di sektor timur maupun barat perbatasan tetap menjadi kawasan paling sering mengalami ketegangan karena posisinya yang berdekatan dengan garis perbatasan internasional.

Bukit Ali al-Taher sendiri memiliki arti strategis karena berada di dataran tinggi yang memberikan medan pengamatan luas ke arah Nabatieh dan sejumlah wilayah di Lebanon selatan, sehingga sejak lama menjadi salah satu titik militer yang diperebutkan.

Menurut hukum humaniter internasional, penggunaan senjata atau taktik yang menimbulkan kebakaran luas terhadap kawasan sipil dan lingkungan hidup menjadi perhatian serius apabila menimbulkan kerusakan yang tidak proporsional terhadap penduduk maupun ekosistem.

Kebakaran hutan akibat konflik bersenjata juga dapat memperburuk degradasi lingkungan, menghilangkan habitat satwa liar, mempercepat erosi tanah, serta meningkatkan emisi karbon yang berdampak terhadap perubahan iklim.

Hingga Jumat malam waktu setempat belum terdapat laporan resmi mengenai total luas kawasan hutan yang terbakar maupun jumlah keseluruhan korban dari seluruh rangkaian operasi militer tersebut, sementara situasi di Lebanon selatan dilaporkan masih sangat tegang dengan aktivitas drone dan artileri yang terus berlangsung. (Ali)

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: Bukit Kfar Reman kebakaran hutan Konflik Timur Tengah Lebanon serangan drone