Cafe de Clan.
SulawesiPos.com – Tim Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bogor dalam penyidikan dugaan korupsi yang terkait perkara batu bara atau PLN, Asabri, Krakatau Steel, serta tindak pidana pencucian uang atau TPPU.
Penggeledahan maraton itu dilakukan pada Rabu, 8 Juli 2026, hingga Kamis dini hari, 9 Juli 2026.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan seluruh titik tersebut menjadi bagian dari pencarian alat bukti dalam perkara yang kini didalami polisi.
“Penggeledahan dilakukan di 12 lokasi,” kata Budi, Kamis (9/7/2026).
Budi menegaskan polisi masih merangkum seluruh hasil penggeledahan dari tiap titik tersebut.
“Semua penggeledahan itu akan kami rangkum, kami akan sampaikan update,” ujarnya.
Dalam penggeledahan di Kafe de’Clan Signature, polisi menemukan brankas tersembunyi yang berisi uang dalam beberapa mata uang.
Dari lokasi itu, polisi mengamankan 3.130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar Amerika Serikat, dan Rp259.159.000.
Jika dikonversi ke rupiah, total temuan dari brankas tersebut mencapai sekitar Rp60 miliar.
Temuan lain juga datang dari rumah di Sentul, Bogor, yang disebut berada di kawasan Parahyangan Golf 2.
Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto mengatakan penyidik menemukan brankas terkunci berisi tujuh koper di rumah tersebut.
“Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi 7 koper. Yang pertama 74 kilogram emas batangan. Kemudian, USD4.767.300. Kemudian, SGD14.083.800. Kemudian Rp100. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp476 miliar,” ujar Totok.
Selain uang dan emas, polisi juga menyita sejumlah dokumen, telepon genggam, dan foto keluarga yang diduga berkaitan dengan pemilik rumah maupun barang yang tersimpan di dalam brankas.
Totok mengatakan seluruh barang bukti itu akan disita untuk kepentingan penyidikan lanjutan.
“Kami juga telah melakukan penyitaan beberapa dokumen-dokumen termasuk handphone, kemudian beberapa foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan pemilik barang dalam brankas. Selanjutnya barang bukti akan kita lakukan penyitaan,” pungkasnya.