Categories: News

DPR Desak Pelaku Pembunuhan Polisi Saat Operasi Narkoba Dihukum Seberat-beratnya

SulawesiPos.com – Anggota Komisi III DPR RI Martin Daniel Tumbelaka mendesak agar para pelaku penyerangan terhadap polisi saat operasi pemberantasan narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, dihukum seberat-beratnya. Desakan itu disampaikan setelah insiden penggerebekan bandar narkoba berujung gugurnya tiga anggota kepolisian.

Martin menilai perlawanan terhadap aparat penegak hukum dalam operasi narkoba tidak bisa ditoleransi. Ia meminta para pelaku yang terlibat segera ditangkap dan diproses secara tegas agar ada efek jera.

“Setelah ditangkap, pastikan mereka diberikan hukuman yang seberat-beratnya agar ada efek jera. Tidak boleh ada kompromi bagi pembunuh aparat negara,” ujar Martin dalam keterangannya.

Selain mendesak hukuman berat, Martin juga meminta kepolisian melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden tersebut. Menurut dia, penyelidikan tidak boleh berhenti pada pelaku penyerangan di lapangan, tetapi juga harus mengusut pihak-pihak yang diduga memprovokasi warga hingga asal-usul senjata api rakitan yang digunakan dalam kejadian itu.

“Cari tahu siapa yang memprovokasi warga, siapa yang menyembunyikan hingga dari mana para pelaku ini mendapatkan senjata api rakitan. Ekosistem kejahatan di desa tersebut harus dibongkar total,” katanya.

Peristiwa ini bermula saat aparat melakukan penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan. Dalam operasi tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra lebih dulu gugur. Dua anggota lain, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, yang sempat hilang setelah insiden itu, kemudian ditemukan meninggal dunia.

Dengan demikian, total tiga anggota polisi gugur dalam operasi pengungkapan kasus narkoba tersebut. Kasus ini menjadi sorotan nasional karena menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi aparat saat berhadapan dengan jaringan narkotika dan kelompok yang diduga melindungi aktivitas tersebut.

Martin menegaskan negara tidak boleh kalah terhadap sindikat narkoba maupun massa yang melindungi kejahatan. Ia juga mengingatkan bahwa pimpinan Polri telah berkomitmen memerangi narkoba secara tegas dan terukur.

Karena itu, penuntasan kasus ini dinilai penting bukan hanya untuk memberikan keadilan bagi para korban, tetapi juga untuk membongkar jaringan kejahatan yang lebih luas di balik serangan mematikan terhadap aparat saat operasi berlangsung.

MN Abdurrahman

Share
Published by
MN Abdurrahman
Tags: Komisi III DPR RI narkoba Polisi