Logo Harkopnas 2026.
SulawesiPos.com — Hari Koperasi Nasional 2026 (Harkopnas) yang diperingati setiap 12 Juli kembali dimeriahkan dengan penetapan tema dan logo resmi dari Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop).
Penetapan Tema dan Logo Hari Koperasi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 23 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026.
Tema dan logo ini menjadi pedoman bagi seluruh gerakan koperasi, instansi pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat Indonesia dalam menyelenggarakan dan memeriahkan peringatan Hari Koperasi.
Dalam artikel ini, SulawesiPos menyajikan informasi lengkap seputar Tema, Logo, Hari Koperasi, serta ulasan singkat sejarah perayaan ini.
Tak hanya itu, artikel ini juga mengulas sosok Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta, beserta perannya dalam membangun dan memperjuangkan ekonomi kerakyatan melalui koperasi.
Dikutip dari Buku Pandiam Harkopnas 2026 oleh Kemenkop, tema Hari Koperasi Nasional 2026 adalah “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”.
Koperasi Berdaya merepresentasikan penguatan peran koperasi
sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang mampu meningkatkan kapasitas anggota, pelaku UMKM, dan masyarakat melalui akses terhadap permodalan, pasar, teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Koperasi yang berdaya mencerminkan kelembagaan yang sehat, profesional, inovatif, dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya secara nyata
Indonesia Berjaya menggambarkan cita-cita terwujudnya
perekonomian nasional yang tangguh, inklusif, dan berkeadilan melalui koperasi yang modern dan berdaya saing.
Semakin kuat peran koperasi di seluruh Indonesia, semakin besar kontribusinya dalam memperkuat struktur ekonomi nasional serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045
Logo Harkopnas 2026 tersedia tiga ukuran dalam format PNG. Berikut link unduh Hari Koperasi Nasional 2026:
LINK UNDUH LOGO HARI KOPERASI NASIONAL 2026
Logo Hari Koperasi ke-79 adalah simbol transformasi dan kejayaan. Melalui jalinan angka 79 dan kibaran Merah Putih, logo ini menegaskan komitmen kita untuk membangun koperasi yang adaptif, tangguh, dan modern.
Koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan jantung perekonomian rakyat yang siap membawa Indonesia melangkah maju menuju masa depan yang sejahtera dan berdaulat.
Terdapat 3 unsur warna yang digunakan dalam logo yakni merah, hitam, dan putih. Masing-masing memiliki makna:
Panduan penggunaan tema dan logi Harkopnas terangkum dalam buku yang diterbitkan Kemenkop. Klik link berikut untuk membukanya:
Melansir laman Kemenkop RI, koperasi pada awalnya bukan berasal dari Indonesia. Gagasan koperasi pertama kali berkembang di Inggris pada masa Revolusi Industri sekitar abad ke-19, dipelopori oleh Robert Owen.
Koperasi lahir sebagai gerakan sosial untuk membantu kaum buruh dan petani yang menghadapi tekanan ekonomi, terutama melalui pembelian kebutuhan pokok secara bersama agar memperoleh harga yang lebih murah.
Model koperasi ini kemudian menyebar ke Amerika Serikat dan berbagai negara lain. Di negara-negara maju, koperasi tumbuh sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang mampu bersaing di pasar bebas dan bahkan menjadi perusahaan besar di sektor pertanian, industri, hingga perbankan.
Di Indonesia, koperasi mulai diperkenalkan pada awal abad ke-20, termasuk pada masa pemerintahan kolonial Belanda.
Berbeda dengan negara maju, koperasi di Indonesia berkembang sebagai mitra negara dalam mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tonggak penting gerakan koperasi nasional terjadi pada 12 Juli 1947 melalui Kongres Koperasi pertama di Tasikmalaya, yang kemudian diperingati sebagai Hari Koperasi Indonesia.
Sejak kemerdekaan, koperasi memperoleh kedudukan strategis dalam sistem perekonomian nasional dan diakui dalam Undang-Undang Dasar sebagai soko guru perekonomian.
Koperasi di Indonesia diarahkan untuk memperkuat ekonomi rakyat, khususnya kelompok masyarakat menengah ke bawah, dengan mengedepankan nilai kebersamaan, gotong royong, dan kemandirian.
Hingga kini, koperasi tetap dipandang sebagai lembaga ekonomi yang sesuai dengan budaya bangsa dan berperan sebagai penyeimbang dalam struktur perekonomian nasional.
Muhammad Hatta merupakan Bapak Proklamasi Indonesia sebagaimana disadur dari laman resmi KPU Papua Pegunungan.
Mohammad Hatta merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah bangsa Indonesia.
Bersama Soekarno, ia tercatat sebagai Proklamator Kemerdekaan Indonesia yang membacakan teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945. Namun, peran Hatta tidak berhenti pada perjuangan politik semata.
Ia juga dikenal luas sebagai Bapak Koperasi Indonesia, seorang pemikir ekonomi yang menjunjung tinggi prinsip kejujuran, kesederhanaan, dan demokrasi ekonomi.
Hatta lahir pada 12 Agustus 1902 di Bukittinggi, Sumatera Barat, dari keluarga Minangkabau yang religius dan sangat menghargai pendidikan.
Sejak usia muda, ia dikenal gemar membaca dan memiliki ketertarikan kuat terhadap persoalan politik dan ekonomi.
Latar belakang intelektual inilah yang membentuk pandangannya tentang pentingnya sistem ekonomi yang adil dan berpihak kepada rakyat.
Sebagai seorang ekonom, Mohammad Hatta menolak sistem kapitalisme yang hanya menguntungkan segelintir orang dan memperlebar kesenjangan sosial. Di sisi lain, ia juga menentang sosialisme ekstrem yang menghapus hak individu.
Sebagai alternatif, Hatta memperkenalkan konsep demokrasi ekonomi, sebuah sistem yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai pusat pembangunan ekonomi nasional.
Dalam pandangan Hatta, koperasi merupakan bentuk paling ideal dari demokrasi ekonomi. Ia menilai koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan juga sarana pendidikan sosial dan moral bagi masyarakat.
Melalui koperasi, rakyat diajak untuk belajar bekerja sama, membangun kepercayaan, menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama, serta membagi hasil usaha secara adil.
Pemikiran tersebut ditegaskan Hatta dalam pidatonya pada Kongres Koperasi Indonesia pertama di Tasikmalaya, 12 Juli 1947, di mana ia menyebut koperasi sebagai “alat perjuangan ekonomi untuk memperbaiki nasib rakyat kecil.”
Atas jasa dan konsistensinya dalam mengembangkan serta memperjuangkan gerakan koperasi nasional, Mohammad Hatta kemudian dianugerahi gelar Bapak Koperasi Indonesia.