SulawesiPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan musim kemarau 2026 di Indonesia tidak berlangsung seperti biasanya. Pada periode Juli hingga Oktober 2026, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal, seiring meningkatnya ancaman El Nino yang dapat memperparah kondisi kering di berbagai daerah.
BMKG menyebut puncak musim kemarau tahun ini diproyeksikan terjadi pada kisaran Juli hingga September 2026. Kondisi itu dinilai perlu diwaspadai karena berpotensi memicu kekeringan meteorologis, gangguan ketersediaan air, penurunan produktivitas pertanian, hingga peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Dalam pembaruan prediksi musim kemarau Juni 2026, BMKG menyebut peluang El Nino lemah mencapai 100 persen, El Nino moderat 98 persen, dan El Nino kuat 62 persen. Sinyal tersebut membuat musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dan lebih panjang dibanding kondisi normal.
Wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami dampak paling signifikan antara lain Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatra bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, hingga Papua bagian selatan. Di kawasan-kawasan itu, curah hujan pada Juli hingga Oktober 2026 diperkirakan berada di bawah rata-rata klimatologis.
BMKG Minta Kesiapsiagaan Lintas Sektor
BMKG menekankan situasi ini harus direspons lebih awal oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lintas sektor. Antisipasi dinilai penting terutama untuk pengelolaan air, penyesuaian kalender tanam, mitigasi kebakaran hutan dan lahan, serta perlindungan masyarakat di wilayah rawan kekeringan.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani sebelumnya juga menegaskan bahwa musim kemarau 2026 memerlukan kewaspadaan ekstra karena pengaruh El Nino dapat memperbesar defisit hujan di sejumlah wilayah. Karena itu, kesiapsiagaan tidak cukup hanya di level informasi cuaca, tetapi juga harus diterjemahkan ke langkah mitigasi yang konkret.
Sebelumnya, BMKG dalam siaran resmi pada 1 Juli 2026 mendorong kesiapsiagaan lintas sektor menghadapi dampak El Nino 2026. Sementara dalam pemutakhiran prediksi musim kemarau yang dirilis 19 Juni 2026, BMKG menegaskan peluang El Nino terus menguat pada pertengahan hingga akhir tahun.


