SulawesiPos.com – Ledakan industri kecerdasan buatan (AI) global telah mengangkat posisi pegawai raksasa semikonduktor Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK Hynix, menjadi kelompok elite baru dalam pasar kerja dan pasar perjodohan negara itu, seiring melonjaknya keuntungan perusahaan, bonus karyawan, dan harga saham yang didorong permintaan global terhadap chip AI. Laporan ini dipublikasikan oleh Reuters pada Selasa (23/6/2026).
Konsultan perjodohan di Korea Selatan menyebut pegawai Samsung dan SK Hynix kini dipandang sejajar dengan dokter, pengacara, dan profesi bergengsi lainnya yang selama puluhan tahun mendominasi puncak hierarki sosial negara tersebut.
Fenomena itu muncul karena booming AI telah menciptakan kelompok pekerja baru dengan tingkat pendapatan yang jauh di atas rata-rata nasional.
Pada Senin, SK Hynix bahkan melampaui Samsung Electronics dan menjadi perusahaan paling bernilai di Korea Selatan berdasarkan kapitalisasi pasar.
Bonus besar yang diterima karyawan industri chip turut memperkuat citra eksklusif sektor tersebut di mata masyarakat.
Tahun lalu SK Hynix merevisi sistem bonusnya, sementara Samsung mencapai kesepakatan dengan serikat pekerja yang memungkinkan sebagian karyawan divisi chip memperoleh bonus kinerja hingga sekitar US$416.000.
Sebagai perbandingan, data pemerintah menunjukkan rata-rata pekerja Korea Selatan hanya memperoleh pendapatan sekitar 45 juta won atau setara US$29.758 per tahun pada 2024.
“Jika dahulu pegawai SK Hynix dan Samsung dianggap kandidat kelas A atau B+, sekarang mereka sudah mendekati kelas A+,” kata Son Dong-gyu, Kepala Eksekutif biro perjodohan Bien Aller.
Ketika Insinyur Chip Menyalip Dokter dan Pengacara
Son menjelaskan bahwa kategori A+ sebelumnya hampir selalu ditempati dokter, pengacara, profesional berpenghasilan tinggi, atau individu dari keluarga sangat kaya.
Konsultan perjodohan SUNOO, Lee Sung-mi, mengatakan profesi medis dan hukum masih sangat dihormati, tetapi pegawai perusahaan chip kini memperoleh respons yang tidak kalah antusias.
“Ketika kami memperkenalkan seseorang yang bekerja di SK Hynix, sering kali reaksi yang muncul adalah, ‘Wah, orang seperti itu juga ada di sini?’,” ujar Lee.
Perubahan persepsi sosial tersebut mencerminkan transformasi ekonomi Korea Selatan yang semakin bergantung pada industri teknologi tinggi.
Saat ini sektor semikonduktor menyumbang lebih dari 40 persen total ekspor Korea Selatan.
Profesor Lee Hyung-min dari Departemen Teknik Semikonduktor Korea University menilai industri chip akhirnya memperoleh pengakuan yang sebanding dengan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Mahasiswa dan Pelajar Berbondong-bondong Mengejar Industri Chip
Popularitas industri chip juga mengubah arah pendidikan generasi muda Korea Selatan.
Jika sebelumnya jalur kedokteran dan hukum menjadi tujuan utama siswa berprestasi, kini semakin banyak pelajar yang mengincar jurusan teknik semikonduktor.
Sejumlah lembaga bimbingan belajar bahkan mulai membuka kelas khusus persiapan wawancara kerja untuk Samsung dan SK Hynix.
Persaingan masuk ke dua perusahaan tersebut kini disebut semakin mirip dengan ketatnya seleksi masuk universitas elite.
“Persaingan untuk masuk Samsung dan SK Hynix menjadi sangat intens dan mulai menyerupai kompetisi masuk perguruan tinggi,” kata Park Jun-young, mantan pegawai Samsung yang kini menjadi konsultan karier mahasiswa.
Meningkatnya minat tersebut terlihat pada program Teknik Semikonduktor Korea University yang dibuka bersama SK Hynix pada 2021.
Data Jongro Academy menunjukkan nilai masuk program tersebut mencapai rekor tertinggi pada tahun akademik ini.
Koo Bon-ho, mahasiswa tahun pertama program tersebut, mengatakan industri chip menawarkan prospek pekerjaan yang lebih menjanjikan dibanding banyak sektor lain.
“Dibanding teman-teman saya, saya merasa relatif lebih aman mengenai masa depan pekerjaan,” ujarnya.
AI Menjadi Mesin Baru Mobilitas Sosial Korea Selatan
Lonjakan minat terhadap industri chip juga dipicu kekhawatiran generasi muda terhadap masa depan pekerjaan.
Tingkat pengangguran warga Korea Selatan berusia 15 hingga 29 tahun mencapai 6,1 persen pada 2025, meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, industri semikonduktor dipandang sebagai salah satu sektor dengan prospek pertumbuhan paling stabil.
Pelajar sekolah kejuruan pun mulai melihat pekerjaan di pabrik semikonduktor sebagai jalur karier yang menjanjikan karena sebagian posisi hanya mensyaratkan ijazah sekolah menengah.
Jung Sung-chan, siswa berusia 19 tahun dari Pyeongtaek Meister High School yang telah menerima tawaran kerja dari Samsung Electronics sebagai teknisi fasilitas chip, mengaku banyak temannya iri terhadap peluang yang ia peroleh.
“Bahkan setelah kuliah sekalipun, sekarang sulit mendapatkan pekerjaan, sehingga tempat ini menjadi semakin populer,” katanya.
Para analis memperkirakan ledakan industri AI masih akan berlanjut setidaknya dua hingga tiga tahun ke depan, yang berarti sektor semikonduktor kemungkinan tetap menjadi simbol baru kemapanan ekonomi, prestise sosial, dan mobilitas kelas menengah di Korea Selatan. (Ali)


