SulawesiPos.com – Kasus yang menimpa Yuvita Tri Rejeki (29), warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah perempuan tersebut ditemukan dalam kondisi kritis usai dilaporkan hilang dan terputus komunikasi dengan keluarganya selama hampir tiga tahun pada 10 Juni 2026.
Pihak keluarga mengungkapkan bahwa Yuvita terakhir kali diketahui berkomunikasi secara normal pada 2023. Sejak saat itu, keluarga kehilangan kontak dan tidak mengetahui keberadaannya hingga akhirnya menerima kabar bahwa korban berada di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dalam kondisi memprihatinkan.
Adik kandung korban, Syahrul Ulum (26), mengatakan keluarga pertama kali mengetahui keberadaan Yuvita setelah menerima pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal.
“Kami mendapat kabar bahwa kakak saya berada di IGD RSHS Bandung. Saat kami datang, kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar Syahrul kepada sejumlah media.
Berawal dari Perkenalan pada 2023
Menurut keterangan keluarga, Yuvita diduga mengenal seorang pria berinisial TH pada tahun 2023 saat menghadiri sebuah konser musik di kawasan Tritan Point, Kota Bandung.
Korban bahkan sempat memperkenalkan pria tersebut kepada keluarganya di rumah. Namun setelah pertemuan itu, keluarga mengaku tidak pernah lagi melihat TH datang ke kediaman mereka.
Tak lama setelah itu, Yuvita berpamitan kepada keluarga dengan alasan akan bekerja di kawasan Pasteur, Kota Bandung. Sejak saat itu komunikasi dengan keluarga perlahan terputus.
“Kakak saya sempat berpamitan mau bekerja. Setelah itu kami kesulitan menghubunginya dan akhirnya benar-benar kehilangan kontak,” kata Syahrul.
Keluarga Cari Korban Selama Hampir Tiga Tahun
Selama hampir tiga tahun terakhir, keluarga terus berupaya mencari keberadaan Yuvita. Berbagai cara dilakukan, mulai dari menghubungi kerabat, teman-teman korban, hingga mencari informasi melalui media sosial.
Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Menurut keluarga, korban sesekali sempat memberikan kabar singkat yang membuat keluarga mengira dirinya dalam keadaan baik-baik saja.
Belakangan keluarga menduga komunikasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa keberadaan korban sulit dilacak selama bertahun-tahun.
“Kami terus mencari, tetapi selalu menemui jalan buntu. Karena sesekali ada kabar, kami berharap dia baik-baik saja,” ungkap Syahrul.
Ditemukan dalam Kondisi Memprihatinkan
Perjalanan panjang keluarga mencari Yuvita berakhir setelah korban dievakuasi dari sebuah rumah kos di kawasan Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Korban dibawa ke rumah sakit oleh pengelola kos setelah kondisi kesehatannya memburuk dan membutuhkan penanganan medis segera.
Saat ditemui keluarga di rumah sakit, kondisi korban disebut sangat memprihatinkan. Korban mengalami luka berat pada sejumlah bagian tubuh dan harus menjalani perawatan intensif.
Berdasarkan keterangan keluarga, salah satu mata korban mengalami kerusakan parah hingga harus menjalani tindakan operasi. Selain itu, korban juga mengalami luka di bagian wajah, kehilangan beberapa gigi, serta mengalami trauma fisik dan psikologis yang mendalam.
Kasus Dilaporkan ke Polda Jawa Barat
Keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Laporan resmi tercatat di Polda Jawa Barat dengan nomor register LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT.
Syahrul menegaskan keluarga berharap aparat segera menangkap terduga pelaku yang hingga kini masih dalam pencarian.
“Kami hanya ingin keadilan untuk kakak kami. Kami berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Pendampingan Hukum dan Perlindungan Korban
Sejumlah lembaga dan pihak terkait kini turut memberikan pendampingan kepada korban dan keluarganya, termasuk dalam proses pemulihan medis maupun perlindungan hukum.
Kasus ini juga mendapat perhatian luas dari masyarakat setelah kisah Yuvita tersebar di media sosial. Dukungan publik terus mengalir, sementara berbagai pihak mendesak agar proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan.
Hingga Senin (22/6/2026), aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan serta pencarian terhadap terduga pelaku. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan saksi dan berbagai alat bukti guna mengungkap secara utuh peristiwa yang menimpa Yuvita Tri Rejeki.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian lingkungan dan keluarga terhadap tanda-tanda kekerasan maupun hilangnya komunikasi dalam waktu yang lama. Publik kini menantikan perkembangan penyelidikan serta langkah hukum yang akan ditempuh aparat untuk memberikan keadilan bagi korban.


