SulawesiPos.com – Di balik kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, tersimpan berbagai kisah perjuangan keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.
Bagi banyak orang tua, Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar bagi anak-anak mereka, tetapi juga simbol harapan untuk mengubah masa depan keluarga.
Salah satunya dirasakan oleh Ni Putu Yuniawati. Ia mengaku bersyukur karena putranya, Rizky, kini memiliki cita-cita yang jelas setelah mendapatkan kesempatan bersekolah.
Rizky bercita-cita menjadi insinyur pertanian, sebuah impian yang bagi keluarganya menjadi harapan besar untuk kehidupan yang lebih baik.
“Sekarang saya harap anak-anak saya tuh biar bangga mencapai tujuannya mereka sekolah karena kami orang tak punya. Saya mengucapkan sama Pak Presiden banyak terima kasih membantu orang-orang yang tak mampu,” ujar Yuniawati penuh haru.
Buruh Tani yang Ingin Memutus Rantai Kemiskinan
Kisah serupa datang dari I Nyoman Sukonado, seorang buruh tani yang selama ini harus menghadapi ketidakpastian penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Sukonado mengungkapkan bahwa keterbatasan ekonomi membuat lima dari enam anaknya sebelumnya hanya mampu menempuh pendidikan hingga jenjang SMP.
Karena itu, ia menilai program Sekolah Rakyat memberikan kesempatan yang selama ini sulit diperoleh keluarganya.
“Saya juga berterima kasih banyak sekali kepada Bapak Prabowo yang punya program sebesar ini, membiayai masyarakat miskin seperti saya, biar bisa anaknya menimba ilmu. Saya banyak-banyak terima kasih,” ungkap Sukonado.
Baginya, pendidikan merupakan jalan paling realistis untuk memperbaiki kehidupan keluarga dan memutus lingkaran kemiskinan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Ia berharap anaknya kelak memperoleh pekerjaan yang layak dan mampu membantu keluarga di masa depan.
Dari Atlet Lompat Jauh hingga Berprestasi di Bulu Tangkis
Sementara itu, Ni Putu Megayani menyaksikan langsung perkembangan putrinya, Ni Made Ayu Arini, sejak bergabung dengan Sekolah Rakyat.
Menurut Megayani, Arini tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, tetapi juga mampu mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya.
Sebelum bersekolah di SRMP 17 Tabanan, Arini telah meraih prestasi di cabang atletik lompat jauh tingkat provinsi.
Setelah bergabung dengan Sekolah Rakyat, ia kembali menunjukkan kemampuan di bidang olahraga dengan meraih prestasi pada cabang bulu tangkis.
“Saya sangat bangga kepada anak saya karena anak saya bisa mandiri dan dia berprestasi di sekolah rakyat ini dan saya sangat bangga kepada anak saya sendiri karena dia bisa mandiri dan dia tidak mau menyulitkan saya sama bapaknya,” kata Megayani.
Orang Tua Berharap Anak Memiliki Masa Depan Lebih Baik
Sebagai seorang ibu yang tumbuh dalam keterbatasan pendidikan, Megayani mengaku sangat bersyukur karena anaknya memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik.
Ia berharap putrinya dapat meraih masa depan yang lebih cerah dan memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Megayani bahkan berharap anak-anaknya yang lain juga dapat memperoleh kesempatan serupa melalui program Sekolah Rakyat.
“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pak Prabowo telah mendirikan sekolah rakyat ini. Terima kasih Pak Prabowo atas semua yang diberikan kepada saya. Saya ingin anak saya tidak seperti saya yang tidak bisa membaca dan menulis. Saya ingin anak saya sukses nantinya, dan saya ingin anak saya melebihi diri saya sendiri,” tuturnya.
Berbagai kisah yang muncul dari Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa akses pendidikan masih menjadi kebutuhan besar bagi masyarakat kurang mampu.
Bagi keluarga-keluarga tersebut, sekolah bukan hanya tempat memperoleh ilmu pengetahuan, melainkan juga sarana untuk membangun harapan, meningkatkan kualitas hidup, dan membuka peluang masa depan yang sebelumnya sulit dijangkau.


