SulawesiPos.com – Perusahaan Umum Perum BULOG menerima kunjungan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia di gudang penyimpanan wilayah Kelapa Gading dan Sunter, Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya transparansi sekaligus edukasi publik terkait pengelolaan cadangan pangan nasional, khususnya komoditas beras.
Dalam agenda tersebut, para mahasiswa diberikan akses untuk melihat langsung kondisi stok beras di gudang BULOG.
Berdasarkan hasil peninjauan, stok beras nasional saat ini mencapai 5,2 juta ton, yang disebut sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Para peserta kunjungan tidak hanya melihat tumpukan beras, tetapi juga meninjau berbagai proses penting, mulai dari pengolahan gabah menjadi beras hingga sistem penyimpanan modern yang diterapkan.
Beberapa agenda utama dalam kunjungan tersebut meliputi:
- Pengecekan ketersediaan stok fisik di gudang
- Observasi proses produksi beras premium dan medium
- Peninjauan sistem penyimpanan dan perawatan komoditas
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa data yang disampaikan kepada publik sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bagian dari komitmen transparansi lembaga.
Menurutnya, BULOG ingin membuka ruang bagi generasi muda agar memahami secara langsung mekanisme pengelolaan cadangan pangan pemerintah.
“Kami mengundang mahasiswa agar melihat langsung bahwa stok pangan kita, khususnya beras, dalam kondisi sangat aman. Tidak perlu ada kekhawatiran,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa gudang-gudang BULOG saat ini telah dilengkapi dengan sistem perawatan modern guna menjaga kualitas beras tetap optimal hingga sampai ke masyarakat.
Selain itu, keterbukaan ini diharapkan dapat mengurangi spekulasi atau informasi yang tidak akurat terkait kondisi pangan nasional.
Dari sisi mahasiswa, perwakilan BEM SI menyatakan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi stok beras dalam keadaan aman dan terkendali.
“Setelah mengecek langsung ke dalam gudang, kami melihat stok beras memang melimpah. Ini menjawab keraguan yang sempat beredar di masyarakat,” ungkap Koordinator Pusat BEM SI.
Mahasiswa juga menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah, khususnya dalam sektor pangan.
Selain memastikan ketersediaan, mereka juga menyoroti pentingnya distribusi yang merata ke seluruh daerah agar tidak terjadi kesenjangan harga.
Dengan stok yang melimpah, mahasiswa menilai Indonesia memiliki kesiapan menghadapi potensi gangguan produksi pangan akibat perubahan iklim, termasuk ancaman El Nino.
Ketersediaan cadangan beras dalam jumlah besar dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Kunjungan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya mahasiswa, dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Baik pihak BULOG maupun mahasiswa sepakat bahwa transparansi dan pengawasan publik harus terus diperkuat agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pangan tetap terjaga.
Dengan keterlibatan generasi muda, diharapkan pemahaman terhadap sistem ketahanan pangan semakin luas, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam mengawal kebijakan strategis negara.

