Perum Bulog menyalurkan 4.100 ton beras ke wilayah Papua dan Papua Barat untuk program bantuan pangan 2026.
SulawesiPos.com – Perum Bulog terus memperkuat ketahanan pangan nasional dengan menyalurkan bantuan beras dalam jumlah besar ke wilayah timur Indonesia.
Kali ini, sebanyak 4.100 ton beras digelontorkan ke Papua, khususnya wilayah Jayapura dan sejumlah daerah di Papua Pegunungan.
Wakil Pimpinan Bulog Papua, Simon Mekisedek Lakapu, menyatakan bahwa pihaknya siap menjalankan penugasan pemerintah untuk memastikan bantuan pangan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami terus berkomitmen memastikan bantuan kepada masyarakat di wilayah kerja Bulog dapat tersalurkan secara tepat sasaran,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2026).
Penyaluran bantuan pangan di wilayah Papua tidaklah mudah.
Kondisi geografis yang didominasi pegunungan serta keterbatasan akses transportasi menjadi tantangan utama.
Oleh karena itu, distribusi dilakukan secara bertahap.
Bulog mencatat, total penerima bantuan pangan (PBP) di wilayah Papua mencapai 838.696 kepala keluarga yang tersebar di 42 kabupaten/kota di enam provinsi se-Tanah Papua.
Adapun total bantuan yang disiapkan meliputi:
Setiap keluarga penerima mendapatkan:
Program ini berlangsung untuk periode Februari hingga Maret 2026.
Selain memastikan distribusi tepat sasaran, Bulog juga menegaskan bahwa kualitas beras yang disalurkan tetap menjadi prioritas utama.
Beras yang diberikan telah memenuhi standar kelayakan konsumsi sehingga aman bagi masyarakat.
Simon menambahkan bahwa meskipun kondisi geopolitik global tengah bergejolak, stok pangan nasional tetap dalam kondisi aman.
Hal ini memastikan distribusi bantuan tidak mengalami gangguan.
“Dengan adanya program ini, kami berharap ketahanan pangan keluarga semakin kuat dan stabilitas ekonomi masyarakat Papua dapat terjaga,” jelasnya.
Program bantuan pangan ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.
Dengan distribusi yang merata hingga ke daerah terpencil, pemerintah berharap kesenjangan akses pangan dapat ditekan dan kesejahteraan masyarakat Papua semakin meningkat.