Serangan Amerika-Israel targetkan kantor pemimpin tertinggi Iran
SulawesiPos.com – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragchi, menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
“Kami belum menutup Selat Hormuz. Selat itu terbuka,” kata Araghchi dalam wawancara yang dikutip Minggu (22/3/2026).
Meski demikian, Iran memberlakukan pembatasan terhadap kapal dari negara-negara yang terlibat dalam serangan terhadapnya.
Iran menyatakan kesiapan untuk menjamin keamanan pelayaran kapal-kapal dari yang melintasi jalur strategis tersebut.
Menurut Araghchi, pembahasan mengenai jalur aman itu telah dilakukan bersama Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, dan masih terus berlanjut.
Jepang sendiri sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah, dengan lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya melewati Selat Hormuz.
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari.
Konflik tersebut memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan dan keamanan pasokan energi dunia.
Di sisi lain, Jepang menilai negosiasi langsung dengan Iran sebagai langkah paling efektif untuk memastikan jalur pelayaran tetap aman.
Meski membuka jalur diplomasi terkait energi, Iran tetap menolak opsi gencatan senjata sementara.
Araghchi menegaskan bahwa negaranya hanya menginginkan pengakhiran perang secara total, termasuk jaminan tidak ada serangan lanjutan serta kompensasi atas kerugian.
“Ini adalah tindakan agresi ilegal,” tegasnya.
Ia juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk bersikap terhadap serangan yang dilakukan AS dan Israel.