Ilustrasi mandi.
SulawesiPos.com – Niat mandi sebelum puasa Ramadhan penting dipahami oleh umat Muslim sebelum mengamalkannya.
Amalan ini dilakukan pada malam hari sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadhan keesokan harinya.
Merujuk penjelasan dari NU Online, mandi atau keramas sebelum puasa Ramadhan termasuk amalan sunah, bukan mandi wajib.
Hal tersebut dijelaskan dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri sebagai berikut:
و بقية الأغسال المسنونة مذكورة في المطولات منها الغسل لدخول المدينة الشريفة…ولكل ليلة من رمضان و قيده الأذرعي بمن يحضر الجماعة والمعتمد عدم التقييد بذالك
Artinya, “Dan sisa mandi-mandi yang disunnahkan telah disebutkan dalam kitab-kitab yang panjang pembahasannya. Di antaranya adalah membersihkan badan karena hendak memasuki kota Madinah,… dan setiap malam di bulan Ramadhan. Imam Al-Adzra’i hanya membatasi pada orang yang hendak menghadiri berjemaah, sementara menurut pendapat yang kuat tidak ada pembatasan dalam hal itu.”
Bagi yang ingin mengamalkannya, berikut niat mandi sebelum puasa Ramadhan beserta tata caranya.
Mengutip buku Tanya Jawab Islam terbitan Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah (PISS) KTB, niat mandi puasa Ramadhan dibaca ketika air pertama kali disiramkan ke tubuh.
Berikut niatnya:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِفَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ للهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul gusla li fardhi sahri romadhona lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat mandi hadas besar untuk menjalankan puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala,”
Mandi sebelum puasa tidak dilakukan secara asal, melainkan mengikuti tahapan tertentu agar sesuai tuntunan.
Berikut tata cara mandi sebelum puasa Ramadhan yang dapat dilakukan:
Berdasarkan keterangan ulama, mandi sunah sebelum puasa dapat dilakukan setiap malam selama bulan Ramadhan, sebelum menjalankan puasa keesokan harinya.
“Di antaranya adalah membersihkan badan karena hendak memasuki kota Madinah,… dan setiap malam di bulan Ramadhan.”
Dengan memahami niat sebelum puasa Ramadhan, tata cara, dan waktunya, amalan mandi sunah dapat dilaksanakan dengan lebih tertib dan sesuai tuntunan.