Overview
SulawesiPos.com — Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti pusat kota London saat ribuan warga berkumpul menyaksikan seremoni penyalaan lampu Ramadan di kawasan West End.
Tradisi tahunan bertajuk Ramadan Lights itu kembali digelar dengan lebih semarak, menandai datangnya bulan suci bagi umat Islam di tengah kota kosmopolitan dunia.
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota London, Sadiq Khan, yang secara simbolis menyalakan sekitar 30 ribu lampu LED menghiasi jalan-jalan utama distrik perbelanjaan dan hiburan paling ikonik di ibu kota Inggris itu.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa London adalah kota untuk semua, tempat keberagaman dirayakan sebagai kekuatan, bukan perbedaan.
London sendiri merupakan ibu kota Inggris dengan populasi sekitar 9,8 juta jiwa.
Dari jumlah tersebut, komunitas Muslim diperkirakan sekitar 15 persen.
Meski bukan mayoritas, eksistensi umat Islam di kota ini sangat terasa, baik dalam aspek budaya, ekonomi, maupun sosial.
Ramadan Lights menjadi simbol nyata bahwa nilai toleransi dan saling menghormati tumbuh kuat di tengah masyarakat multikultural.
Perhelatan cahaya Ramadan ini dipusatkan di kawasan West End, area yang dikenal sebagai pusat teater, belanja, dan pariwisata.
Selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri, ornamen lampu berbentuk lentera dan motif khas Timur Tengah akan menerangi jalan-jalan utama, menciptakan suasana berbeda di tengah gemerlap kota modern.
Program ini didukung oleh organisasi filantropi ternama, The Aziz Foundation, yang berkomitmen mendorong inklusi sosial dan pemberdayaan komunitas Muslim di Inggris.
Dukungan tersebut memastikan perayaan berlangsung meriah sekaligus membawa pesan persatuan lintas agama.
Menurut otoritas pariwisata kota, Visit London, Ramadan Lights menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Tidak hanya sebagai simbol religius, tetapi juga sebagai representasi London sebagai kota global yang terbuka terhadap tradisi berbagai komunitas.
Penyelenggaraan Ramadan Lights disebut-sebut sebagai salah satu perayaan lampu Ramadan terbesar yang pernah digelar di Inggris.
Tradisi ini sekaligus mencerminkan perjalanan panjang komunitas Muslim di negeri tersebut dalam membangun dialog, memperkuat harmoni sosial, serta berkontribusi bagi kehidupan kota.
Di tengah dinamika global yang kerap diwarnai isu perbedaan, London justru menunjukkan wajah lain: keberagaman dapat berjalan.
Ramadan Lights bukan sekadar dekorasi cahaya, melainkan pesan kuat tentang kebersamaan yang melampaui batas keyakinan.
Dengan gemerlap lampu yang akan menyala hingga akhir Ramadan, London sekali lagi membuktikan dirinya sebagai kota dunia yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga matang dalam merawat nilai toleransi dan inklusivitas.